Alasan Produsen Mobil Tidak Gunakan Lampu Rem Kelap-kelip

Kompas.com - 30/12/2019, 16:42 WIB
Lampu belakang mobil konsep Nissan Esflow mirip Juke. Nissan EsflowLampu belakang mobil konsep Nissan Esflow mirip Juke.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan lampu rem kelap-kelip atau berkedip kembali marak terjadi. Lampu rem model tersebut bisa dipastikan menggunakan keluaran aftermarket alias bukan standar dari pabrikan.

Sebab, penggunaan lampu rem pada kendaraan sudah diatur dalam Undang-Undang. Sehingga, tiap produsen wajib mematuhi peraturan yang berlaku.

Baca juga: Ingat, Dilarang Modifikasi Lampu Rem Jadi Kelap-Kelip

Didi Ahadi, Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan, memang sudah ada standarnya agar menggunakan lampu rem yang tidak kelap-kelip.

Desain lampu belakang lebih bergaya.Agung kurniawan Desain lampu belakang lebih bergaya.

Hal senada juga diucapkan oleh Sugiartono, Technical Training & Service Manager DFSK Motors. Sugiartono mengatakan, menurut aturan lalu lintas, yang boleh menyala secara berkedip hanya lampu sein.

"Jadi, tidak boleh selain lampu sein dibuat berkedip. Bahkan, sekaiber fitur canggih ESS (Emergency Stop Signal) pun ketika melakukan pengereman mendadak, justru lampu hazard yang dinyalakan secara otomatis," ujar Sugiartono, ketika dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Ganti Mika Bening pada Lampu Rem Motor Itu Berbahaya!

Meskipun, ada juga yang memiliki fitur lampu rem kelap-kelip, seperti BMW. Pabrikan mobil asal Jerman ini memiliki fitur Brake Force Display (BFD).

Namun, tidak semua negara memiliki peraturan yang sama. Sehingga, fitur ini bisa tidak diaplikasikan pada produk BMW.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X