Wajib Cek 3 Bagian Kaki-kaki Sepeda Motor Saat Musim Hujan

Kompas.com - 21/12/2019, 09:42 WIB
Ilustrasi berkendara saat hujan kadintiyatrosu.orgIlustrasi berkendara saat hujan

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim hujan sudah mulai memasuki sebagian wilayah di Indonesia. Hujan bisa turun setiap harinya. Untuk itu, penting untuk melakukan pengecekan berkala pada motor, termasuk bagian kaki-kakinya.

Perawatan motor di musim hujan tidak hanya rajin mencuci motor saja. Bagian kaki-kaki juga tidak kalah penting untuk diperhatikan kondisinya. Setidaknya, ada tiga bagian pada kaki-kaki motor yang perlu diperhatikan saat musim hujan.

Baca juga: Musim Hujan, Jangan Acuh pada Headlamp Mengembun

1. Ban
Saat hujan turun, tentu akan terjadi genangan air di beberapa jalan yang akan dilalui. Ada baiknya untuk melakukan pengecekan kondisi alur ban, apakah masih layak dipakai atau tidak. Cek juga tekanan udara pada ban.

Pengguna kendaraan bermotor menembus hujan di Jalan Menteng Raya, Jakarta, Jumat (22/2/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) memprediksi hujan akan mengguyur wilayah Jabodetabek pada Jumat (22/2/2019) siang.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengguna kendaraan bermotor menembus hujan di Jalan Menteng Raya, Jakarta, Jumat (22/2/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) memprediksi hujan akan mengguyur wilayah Jabodetabek pada Jumat (22/2/2019) siang.

Ade Rohman, Asisten Manajer Technical Service PT Daya Adicipta Motora (DAM), menjelaskan, alur ban berfungsi untuk membelah atau menerobos genangan air hujan. Sedangkan tekangan udara pada ban, berfungsi agar pengendalian setang lebih ringan ketika menerjang genangan air hujan tersebut.

"Perlu diketahui, tekanan angin pada matic di bagian roda depan motor sekitar 28 psi hingga 30 psi dan untuk roda belakang menggunakan tekanan angin sekitar 31 psi hingga 33 psi," ujar Ade, dalam keterangan resminya.

Ade menambahkan, sementara tekanan angin motor bebek, dianjurkan tekanan roda depan sekitar 29 psi hingga 30 psi dan dan roda belakang menggunakan tekanan angin 31 psi hingga 33 psi. Lalu, untuk motor jenis sport, tekanan angin ban roda depan adalah 39 psi hingga 41 psi dan roda belakang 39 psi hingga 41 psi.

Baca juga: Benarkah Motor Harus Dicuci Setelah Berkendara saat Hujan?

2. Rantai Motor
Masih seputar bagian kaki-kaki motor, rantai motor tak kalah penting untuk diperiksa kondisinya. Sebab, air hujan memiliki kandungan zat asam. Apabila terkena rantai motor dapat menimbulkan karat.

Untuk menghindari karat disarankan agar bisa menutup rantai motor supaya terlindungi dari air hujan.

"Jika rantai motor kendor dapat melakukan penyetelan ulang dan selalu berikan pelumas rantai agar terhindar dari timbulnya karat," kata Ade.

Baca juga: Petaka Kurangi Tekanan Udara Ban saat Hujan

3. Rem Depan dan Belakang
Air hujan dapat mempengaruhi performa pengereman pada motor. Kampas rem yang terbuat dari bahan asbes jika terkena air maka akan menggelembung dan mengeras pada saat sudah kering.

"Pastikan untuk selalu membersihkan setelah terkena air hujan dan untuk pemeriksaannya dapat dilihat dari arah depan. Untuk tipe cakram, dengan melihat ketebalan kampas rem motor dan untuk belakang melihat kondisi pada tuas panel belakang apakah masih layak atau tidak," ujar Ade.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X