Fenomena Pedagang Asongan Masuk Tol, Ini Kata Jasa Marga

Kompas.com - 16/12/2019, 15:57 WIB
Antrean panjang kendaraan memadati keluar pintu tol Gadog, Ciawi menuju jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/6). Polres Bogor mencatat jumlah kendaraan yang masuk ke jalur wisata Puncak sebanyak 33.754 mobil pribadi yang ingin memanfaatkan libur hari raya Idulfitri 1439 H sehingga diberlakukan sistem satu arah untuk mengurangi kepadatan di kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Arif FirmansyahAntrean panjang kendaraan memadati keluar pintu tol Gadog, Ciawi menuju jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/6). Polres Bogor mencatat jumlah kendaraan yang masuk ke jalur wisata Puncak sebanyak 33.754 mobil pribadi yang ingin memanfaatkan libur hari raya Idulfitri 1439 H sehingga diberlakukan sistem satu arah untuk mengurangi kepadatan di kawasan tersebut.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain kurangnya pemahaman etika berkendara di jalan tol, layaknya buang sampah sembarangan sampai buang air kecil di bahu jalan, ternyata masih banyak problematika lain yang terjadi.

Salah satunya fenomena pedagang asongan yang menorobos masuk dan menjajakan dagangannya di jalan tol. Terutama pada beberapa ruas yang rawan macet, seperti Tol Jagorawi yang mengarah ke pintu keluar Gadog, Tol Tanjung Priuk, dan lainnya.

Fenomena ini memang patut untuk direspon semua pihak, baik dari pengelola jalan tol, petugas kepolisian, bahkan sampai masyarakat pengguna jalan tol itu sendiri.

Karena secara tidak langsung, selain menjadi pemandangan aneh, dari segi kaca mata keselamatan berkendara juga sangat berpotensi pada fatalitas.

Baca juga: Tol Cipali Rawan Kecelakaan, Pengusaha Bus Harapkan Separator Permanen

Pedagang asongan dan pemulung mengais rezeki dari kemacetan Tol Cipali, Sabtu (1/7/2017) malam.KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI Pedagang asongan dan pemulung mengais rezeki dari kemacetan Tol Cipali, Sabtu (1/7/2017) malam.

Menurut Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Regional JabodetabekJabar Irra Susiyanti, mengatakan sudah banyak hal yang dilakukan oleh pihaknya untuk memberantas peredaran asongan di jalan tol. Upaya ini pun sudah dilakukan cukup lama.

"Banyak upaya-upaya yang sudah kami lakukan, pertama dengan menggandeng kepolisian untuk melakukan penindakan, ada operasi rutin juga terhadap asongan di daerah-dearah yang memang kami pantau rawan pedagang asongan masuk," kata Irra saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/12/2019).

Secara sanksi, menurut Irra sudah cukup banyak juga pedagang asongan yang tertangkap ketika sedang menjual dagangannya di ruas tol. Biasanya polisi melakukan penindakan berupa teguran sampai pembinaan.

Baca juga: Perhatikan Dua Titik Rawan Kecelakaan di Ruas Tol Trans Jawa

Hal lain yang ikut dilakukan Jasa Marga adalah menyiagakan petugas di beberapa titik rawan kepadatan dan asongan. Termasuk juga memberantas adanya terminal bayangan yang berpotensi menimbulkan pedagang asongan.

Kondisi lalu lintas ke arah Puncak Macet total, para penumpang memilih keluar kendaraan dan duduk-duduk di Rest Area 45 Tol Jagorawi, Kamis (24/12/2015). TribunnewsBogor.com/Damanhuri Kondisi lalu lintas ke arah Puncak Macet total, para penumpang memilih keluar kendaraan dan duduk-duduk di Rest Area 45 Tol Jagorawi, Kamis (24/12/2015).

"Kalau pedagang asongan tertangkap itu biasanya dibawa oleh polisi untuk bikin surat pernyataan agar tak mengulangi hal serupa lagi. Ada beberapa juga yang dagangannya sampai disita dan wajib ikut pembinaan lanjutan," kata Irra.

"Kita punya program operasi tertib asongan khususnya di ruas-ruas milik Regional JabodetabekJabar. Pada intinya kita sudah ada upaya, termasuk membenarkan juga dinding atau pagar yang rusak yang kerap menjadi lokasi masuknya asongan," ujar Irra.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X