Tol Cipali Rawan Kecelakaan, Pengusaha Bus Harapkan Separator Permanen

Kompas.com - 16/12/2019, 11:01 WIB
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol cikopo palimanan di Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol cikopo palimanan di Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengguna kendaraan pribadi yang bakal menempul tol Cipali saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020 diimbau lebih waspada. Pasalnya beberapa kecelakaan sering terjadi di ruas tol yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah ini.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, mengatakan jika karakter jalan yang lurus serta berdimensi kecil pada tol Cipali membuat potensi kecelakaan cukup besar.

“Kalau arah ke Jakarta itu biasanya terjadi karena pengendara yang lelah, karena bila dia dari Jawa Tengah atau Jawa Timur biasanya masuk ke Cipali itu pagi, artinya mereka sudah berjam-jam jadi ada potensi kelelahan dan hilang konsentrasi,” ucapnya kepada Kompas.com (13/12/2019).

Baca juga: Volume Kendaraan di Tol Cipali Diprediksi Naik 9,6 Persen

Ilustrasi Tol Cipali saat dipakai pemudik musim lebaran 2019KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Ilustrasi Tol Cipali saat dipakai pemudik musim lebaran 2019

Untuk itu, pengendara wajib melakukan istirahat dan tidak memaksakan perjalanan. Budi juga mengimbau pengendara untuk memanfaatkan beristirahat di rest area agar bisa kembali bugar.

Seperti diketahui, kecelakaan yang terjadi di tol Cipali tak hanya dialami kendaraan kecil. Beberapa kendaraan besar seperti bus maupun truk kerap kali terlibat dalam kecelakaan di ruas jalan tersebut.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan, yang juga menjabat Direktur Utama PT San Putra Sejahtera (PO SAN), berujar jika kecelakaan biasanya disebabkan karena faktor manusia.

Baca juga: 84,5 Persen Kecelakaan di Tol Cipali Disebabkan Faktor Manusia

Bentuk fisik tol Cinere - Cengkareng atau Tol Jakarta Outer Ring Road II (JORR II) sesi ruas Serpong - Kunciran di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Senin (11/02/2019). Tol yang rencananya akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2019 ini diharapkan mampu memecah kemacetan yang kerap terjadi di ruas tol JORR 1 dan tol dalam kota.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOB Bentuk fisik tol Cinere - Cengkareng atau Tol Jakarta Outer Ring Road II (JORR II) sesi ruas Serpong - Kunciran di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Senin (11/02/2019). Tol yang rencananya akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2019 ini diharapkan mampu memecah kemacetan yang kerap terjadi di ruas tol JORR 1 dan tol dalam kota.

“Tak bisa dipungkiri, kadang faktor manusia cukup besar. Tapi sebagai pengguna jalan dan operator bus menurut saya perlu ada separator permanen di tengah jalan,” ujarnya kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Sani mengatakan, kejadian kendaraan menyeberang ke jalur berlawanan di tol Cipali sudah terjadi beberapa kali. Menurutnya, median jalan dari tanah yang agak lembek dan cekung itu tak mampu menahan laju mobil.

Belum lagi separator yang terbuat dari kawat baja, tak cukup mampu menahan gerak kendaraan yang sedang dipacu dalam kecepatan tinggi.

“Akhirnya kendaraan yang masuk median jalan tidak dapat tertahan, melainkan langsung masuk ke ke jalan dari arah berlawanan,” katanya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X