Perhatikan Dua Titik Rawan Kecelakaan di Ruas Tol Trans Jawa

Kompas.com - 16/12/2019, 07:22 WIB
Ilustrasi Tol Cipali saat dipakai pemudik musim lebaran 2019 KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi Tol Cipali saat dipakai pemudik musim lebaran 2019
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA,KOMPAS.com - Bagi pengguna mobil pribadi yang tengah bersiap untuk menempuh perjalanan libur Natal dan Tahun Baru, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) Budi Setiyadi, mengimbau untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan.

Terutama bagi pemudik atau yang ingin berlibur dengan melintasi Tol Cikampek dan Cipali, merupakan bagian dari rangkaian Tol Transjawa. Untuk ruas Cikampek, yang patut diwaspadai adalah akses baru, yakni Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Elevated II.

"Mengingat ini menjadi sesuatu yang baru dan ditambah musim liburan, maka otomatis akan mendatangkan euforia tersendiri. Dikhawatirkan banyak pengendara yang terbawa suasana dan mengabaikan soal keselamatan yang konteksnya masalah kecepatan berkendara," kata Budi saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat (13/12/2019) lalu.

Baca juga: Volume Kendaraan di Tol Cipali Diprediksi Naik 9,6 Persen

Budi menjelaskan, pengendara yang hendak melintasi ruas Tol Layang Cikampek untuk tetap menjaga kecepatan mobilnya sesuai regulasi, yakni maksimal 80 kpj. Selain itu, pastikan juga kendaraan dalam kondisi yang sehat.

Tol Layang Jakarta-Cikampek Tol Layang Jakarta-Cikampek

Menurut Budi, meski secara infrastruktur tol terpanjang di Indonesia itu cukup aman, namun bila kendaraan mengalami masalah seperti ban yang kurang tekanan udara atau melebihi batas kecepatan maka akan sangat fatal dampaknya.

"Bayangkan bila sampai terjadi kecelakaan seperti ban pecah dan hilang kendali, sangat fatal karena bisa terjatuh atau bahkan pindah jalur. Kecepatan tolong dijaga, ingat banyak pengguna jalan lain juga di sana," ujar Budi.

Baca juga: Mau Melintas di Tol Layang Jakarta-Cikampek, Perhatikan Hal Ini

Setelah diresmikan pada 12 Desember 2019 lalu oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi), akhir Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek sudah bisa dilintasi untuk umum, mulai 15 Desember 2019. Menurut PT Jasa Marga (Persero) Tbk, untuk tahap awal pengoperasiannya masih tanpa tarif.

Sementara untuk Tol Cipali, menurut Budi sampai saat ini juga masih menjadi salah satu lokasi rawan kecelakaan, baik yang menuju ke Jakarta atau sebaliknya. Dengan karakter jalan yang lurus serta berdimensi kecil, potensi kecelakaan di Cipali memang cukup besar.

Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan identifikasi bus Safari Lux Salatiga yang mengalami kecelakaan di Tol Cipali KM 151, Majalengka, Jawa Barat, Senin (17/6/2019). Dalam kecelakaan yang melibatkan 4 kendaraan tersebut menyebabkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan 45 orang menderita luka-luka.ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARA Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan identifikasi bus Safari Lux Salatiga yang mengalami kecelakaan di Tol Cipali KM 151, Majalengka, Jawa Barat, Senin (17/6/2019). Dalam kecelakaan yang melibatkan 4 kendaraan tersebut menyebabkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan 45 orang menderita luka-luka.

"Kalau arah ke Jakarta itu biasanya terjadi karena pengendara yang lelah, karena bila dia dari Jawa Tengah atau Jawa Timur biasanya masuk ke Cipali itu pagi, artinya mereka sudah berjalan berjam-jam jadi ada potensi kelelahan dan hilang konsentrasi," ucap Budi.

"Lebih baik jangan memaksakan diri bila memang sudah lelah atau mengantuk. Cari lokasi istirahat agar badan kembali bugar dan bisa melanjutkan perjalanan," kata dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X