Supaya Aman, Skuter Listrik Harus Punya Batas Kecepatan

Kompas.com - 04/12/2019, 16:01 WIB
Pada 9 Mei 2019 lalu di The Breeze BSD City, Sinarmas Land bersama dengan Grab meluncurkan GrabWheels sebagai solusi mobilitas inovatif ramah lingkungan di BSD City. Layanan ini berbentuk skuter listrik yang bisa digunakan di beberapa lokasi di BSD City dan dapat dinikmati secara gratis selama masa uji coba. Dokumentasi Instagram The Breeze BSD CityPada 9 Mei 2019 lalu di The Breeze BSD City, Sinarmas Land bersama dengan Grab meluncurkan GrabWheels sebagai solusi mobilitas inovatif ramah lingkungan di BSD City. Layanan ini berbentuk skuter listrik yang bisa digunakan di beberapa lokasi di BSD City dan dapat dinikmati secara gratis selama masa uji coba.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Penggunaan skuter listrik atau otoped listrik sempat diwarnai kontroversi dengan tidak diperbolehkan dipakai di jalan raya. Padahal otoped listrik dapat menjadi sarana transportasi alternatif yang ramah lingkungan seperti halnya sepeda.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun tengah menyiapkan regulasi terkait penggunaan otoped listrik. Rencananya aturan ini bakal segera diterapkan 2020 mendatang.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno, mengatakan jika Kemenhub juga berwenang memberikan batasan mengenai kecepatan maksimal bagi kendaraan listrik.

Baca juga: Skuter Listrik Dianggap Hiburan, Padahal Transportasi Alternatif

Kemudi kendaraan skuter listrik Grabwheels, sebuah kendaraan mobilitas jarak dekat yang ramah lingkungan. GrabWheels bisa digunakan dengan memindai QR Code di kemudi kendaraan melalui opsi e-scooter di aplikasi Grab.KOMPAS.com/HILEL HODAWYA Kemudi kendaraan skuter listrik Grabwheels, sebuah kendaraan mobilitas jarak dekat yang ramah lingkungan. GrabWheels bisa digunakan dengan memindai QR Code di kemudi kendaraan melalui opsi e-scooter di aplikasi Grab.

“Harus dibuatkan acuan, berapa kecepatan maksimalnya. Itu harus dibuatkan untuk kendaraan listrik,” ucapnya kepada Kompas.com (2/12/2019).

“Kita sudah kebablasan sepeda motor enggak punya batasan kecepatan, sampai di atas 100 km/jam bisa. Itu kan bikin potensi kecelakaan meningkat, karena kondisi masyarakat di lapangan akan sulit diatur,” kata Djoko.

Ia mengatakan, dengan teknologi listrik kecepatan otoped listrik bisa sama cepatnya dengan sepeda motor. Bahkan bisa lebih cepat jika telah mengalami modifikasi di bagian motor elektrik.

Baca juga: Seperti Sepeda, Skuter Listrik di Jakarta Harus Masuk Jalur Khusus

 Sejumlah skuter listrik Grab Wheels diparkirkan di salah satu lokasi parkir GrabWheels di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).KOMPAS.com/HILEL HODAWYA Sejumlah skuter listrik Grab Wheels diparkirkan di salah satu lokasi parkir GrabWheels di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

“Untuk itu otoped listrik mungkin kecepatan yang dianjurkan sekitar 10-15 km/jam maksimal, jadi jalannya sama dengan sepeda,” ujarnya.

Apabila penggunaan otoped listrik sudah punya standarisasi yang baik, kendaraan ini dapat menjadi sarana transportasi yang baik. Kata Djoko, otoped listrik berpotensi bersaing dengan sepeda menjadi alat transportasi alternatif.

“Kalau aturan keluar bisa berdampak pada transportasi sepeda juga, sekarang ada ride sharing otoped listrik, mungkin nanti akan ada bike sharing. Karena sekarang kita kan belum temukan itu. bisa juga menjadi pengganti sepeda bagi orang-orang di perkotaan,” ujar Djoko.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X