Perjuangan Panjang Chevrolet di Pasar Otomotif Indonesia

Kompas.com - 29/10/2019, 14:02 WIB
General Motors guardian.co.ukGeneral Motors

JAKARTA, KOMPAS.com - Chevrolet merupakan salah satu produsen otomotif yang punya jasa besar di Indonesia. Pabrikan asal Amerika Serikat (AS) tersebut sudah berkontribusi terhadap Indonesia sejak 1920.

Pada zaman itu, Chevrolet yang langsung di bawah naungan General Motors (GM) cukup berjaya. Pabrik pertamanya di Tanjung Priok selalu 'ngebul' untuk memproduksi mobil berkualitas yang nantinya digunakan oleh kaum ningrat di Hinda Belanda (belum menggunakan nama Indonesia).

Kemudian pada 1938, pabrik itu ditambah kapasitasnya guna memenuhi permintaan. GM juga mulai membuka sejumlah diler resmi di beberapa kota besar untuk menawarkan merek Chevrolet, Pontiac, Cadillac, hingga Buick.

Baca juga: Alasan General Motors Hentikan Penjualan Chevrolet di Indonesia

General Motors (GM) Indonesia merayakan ulang tahun Blazer Indonesia Club ke-14 dan Chevrolet Spin Indonesia yang ke-2 dalam satu hari, pada akhir pekan lalu. GM Indonesia General Motors (GM) Indonesia merayakan ulang tahun Blazer Indonesia Club ke-14 dan Chevrolet Spin Indonesia yang ke-2 dalam satu hari, pada akhir pekan lalu.

Setelah Indonesia merdeka, tepatnya di pertengahan 1950, GM harus rela melepas pabrik utama tersebut karena beberapa hal. Satu diantaranya ialah karena permintaan atas kendaraan murah yang tahan lama mulai tinggi. Pada periode ini pula, produsen mobil dari Jepang mulai menjajaki bisnisnya.

Merek Chevrolet dan Opel, sebagaimana dilansir Reuters, pada akhirnya berpindah tangan ke PT Garmak Motor di 1970, sebuah perusahaan milik adik tiri Soeharto, Probosutedjo.

Singkat cerita, 60 persen kepemilikan Gamak Motor kemudian diambil alih dan berganti nama menjadi GM Indonesia di 1993. Mereka lantas mendirikan pabrik kembali di Bekasi dan memproduksi Opel Blazer dan Chevrolet model Blazer. Mobil bertanding langsung dengan Toyota Kijang.

Dealer pertama Chevrolet di Sumatera Barat.Agung Kurniawan Dealer pertama Chevrolet di Sumatera Barat.

Sayangnya, usaha GM tidak sesuai dengan yang diharapkan. Penjualannya terus mengalami pelemahan sampai memasuki tahun 2000-an dan berujung penutupan pabrik pada 2005.

Tepat pada saat industri otomotif Indonesia mulai bertumbuh signifikan, Chevrolet kembali bangkit dengan memproduksi Spin secara lokal di 2013. Langkah tersebut terbilang begitu tepat karena pasar Low MPV memiliki kue yang besar.

Baca juga: Selain Chevrolet, Ini 3 Merek Mobil yang Sudah Hengkang dari Indonesia

Selama satu tahun dipasarkan, penjualan spin mencapai 10.943 unit. Meski kemudian mengalami pelemahan di 2014 menjadi 7.475 unit. Performa tersebut banyak dipengaruhi dari pertumbuhan program low cost green car (LCGC) yang digagas pemerintah Indonesia pada 2012.

Ground clearance tinggi dan suspensi yang mendukung membuat aktivitas off road ringan tak perlu menjadi hal yang dikhawatirkan.KompasOtomotif-donny apriliananda Ground clearance tinggi dan suspensi yang mendukung membuat aktivitas off road ringan tak perlu menjadi hal yang dikhawatirkan.

Hingga pada 2015, GM Indonesia kembali menutup pabrik Chevrolet sekaligus menghentikan produksi Spin secara lokal. Saat itu, penjualannya hanya mencapai 3.552 unit.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X