Kendaraan Listrik Jadi Solusi Jakarta Bebas Polusi

Kompas.com - 29/10/2019, 07:02 WIB
Pengemudi melakukan pengisian daya listrik pada armada taksi E-Bluebird di Mampang, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Bluebird saat ini telah mengoperasikan armada taksi listriknya sebanyak 25 unit E-Bluebird dan 5 unit E-Silverbird. Pengoperasian ini merupakan upaya perusahaan untuk melakukan inovasi dengan merespons perkembangan teknologi kendaraan listrik sebagai armadanya. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengemudi melakukan pengisian daya listrik pada armada taksi E-Bluebird di Mampang, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Bluebird saat ini telah mengoperasikan armada taksi listriknya sebanyak 25 unit E-Bluebird dan 5 unit E-Silverbird. Pengoperasian ini merupakan upaya perusahaan untuk melakukan inovasi dengan merespons perkembangan teknologi kendaraan listrik sebagai armadanya.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Sesuai dengan road map industri otomotif nasional, Indonesia mulai 2013 sampai 2022 sudah mencanangkan pengembangan produksi kendaraan berbasis LCEV (Low Carbon Emission Vehicle) atau kendaraan rendah emisi.

Konsumsi energi yang sebelumnya berbasis energi fosil dari minyak, batubara, dan gas akan terus didorong untuk diganti dengan energi baru dan terbarukan.

Pengamat Transportasi yang juga sempat menjabat Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Budiyanto menilai, komitmen pemerintah untuk mengurangi tingkat polusi udara di kota-kota besar, perlu mendapatkan dukungan dari semua lapisan masyarakat.

Baca juga: PLN Resmikan Stasiun Pengisian Daya Kendaraan Listrik di 4 Kota

BMW i8 ikut ramaikan peresmian Formula E di Jakarta BMW i8 ikut ramaikan peresmian Formula E di Jakarta

“Karena dari hasil pengkajian bahwa kendaraan bermotor bertenaga listrik sangat ramah lingkungan, secara bertahap akan mengurangi tingkat polusi dan meningkatkan kualitas udara,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com Senin (28/10/2019) malam.

Komitmen pemerintah, salah satunya tercermin dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, yang secara bertahap akan mengembangkan angkutan massal menggunakan energi listrik.

Sementara dari pihak industri pun mulai banyak kendaraan bermotor roda dua bertenaga listrik yang dipasarkan di wilayah DKI Jakarta. Masyarakat juga mulai banyak memanfaatkan sarana transportasi tersebut untuk mendukung kegiatan sehari-hari.

Baca juga: Konvoi 414 Kendaraan Listrik di Karnaval Jakarta Langit Biru Cetak Rekor MURI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melambaikan tangan saat konvoi menggunakan kendaraan elektrik di Festival Langit Biru, Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (27/10/2019). Kampanye tersebut bertujuan mengenalkan kendaraan listrik yang ramah lingkungan guna mengurangi polusi udara.KOMPAS.com/M ZAENUDDIN Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melambaikan tangan saat konvoi menggunakan kendaraan elektrik di Festival Langit Biru, Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (27/10/2019). Kampanye tersebut bertujuan mengenalkan kendaraan listrik yang ramah lingkungan guna mengurangi polusi udara.

“Ini mengindikasikan ada perubahan tren perkembangan pada moda transportasi yang ramah lingkungan,” ucap Budiyanto.

Terlebih kondisi udara di Jakarta dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tingkat kualitas yang rendah dan memprihatinkan. Kendaraan bermotor listrik seperti menjadi jawaban atas permasalahan polusi di Ibukota.

“Munculnya teknologi listrik pada kendaraan bermotor menjadi suatu kebutuhan yang perlu segera direspon dan direalisasikan segera,” ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X