Masih Ujicoba, Skema 2-1 di Jalur Puncak Berjalan Tanpa Sanksi

Kompas.com - 14/10/2019, 11:01 WIB
Sejumlah pemudik motor melewati jalan raya Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (18/6/2018). Memasuki H+3 Lebaran, arus balik yang melalui jalur Puncak, Bogor mulai didominasi pemudik motor yang berasal dari wilayah Cianjur, Bandung, Pangandaran dan Tasikmalaya. ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAHSejumlah pemudik motor melewati jalan raya Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (18/6/2018). Memasuki H+3 Lebaran, arus balik yang melalui jalur Puncak, Bogor mulai didominasi pemudik motor yang berasal dari wilayah Cianjur, Bandung, Pangandaran dan Tasikmalaya.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Uji coba sistem 2-1 di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor pada 27 Oktober 2019 mendatang akan diterapkan tanpa sanksi atau denda. Namun diharapkan pengemudi mulai membiasakan diri pada mekanisme pemecahan kepadatan kendaraan cara baru ini.

Kepala Bagian Humas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Budi Rahardjo mengatakan, selama sebulan ujicoba pengendara yang melanggar lalu lintas belum akan ditindak.

Sebab, kebijakan ini masih bersifat sosialisasi dan pemberitahuan kepada semua pengendara yang melintas di jalur Puncak, Jawa Barat.

"Belum ada rencana penindakan, karena ini masih uji coba, sosialisasi. Namun begitu sudah sah, tentu pelanggar lalu lintas akan diberi sanksi sesuai aturan yang ada," kata Budi saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Baca juga: Simak Jadwal Pelaksanaan Skema 2-1 di Jalur Puncak

Ilustrasi Jalur Puncak: Memasuki masa libur panjang di Jalur Puncak terjadi antrian kendaraan roda dua maupun roda empat, Jumat (6/5/2016).KOMPAS. com / Ramdhan Triyadi Bempah Ilustrasi Jalur Puncak: Memasuki masa libur panjang di Jalur Puncak terjadi antrian kendaraan roda dua maupun roda empat, Jumat (6/5/2016).

Lagipula, kata Budi, saat tahap uji coba rambu lalu lintas dan marka jalan belum akan berubah.

"Secara bertahap, rambu lalu lintas akan disesuaikan. Ketika rambu lalu lintas sudah disesuaikan, bagi yang melanggar tentu akan ditindak," ujarnya.

Sebagai informasi, skema 2-1 di Jalur Puncak ini merupakan pengganti sistem buka tutup yang sudah berlangsung selama 32 tahun.

Berdasarkan studi, sistem ini diklaim lebih efektif karena kendaraan dapat bergerak dari dua arah dalam waktu bersamaan.

Baca juga: Gantikan One Way di Jalur Puncak, Polisi dan BPTJ Sosialisasikan Sistem 2-1

Jalur Puncak Cisarua Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/6/2019).KOMPAS.com/Sandro Gatra Jalur Puncak Cisarua Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/6/2019).

"Sistem ini lebih memberikan keleluasaan bagi masyarakat setempat untuk melakukan mobilitas karena kendaraan tidak hanya bisa bergerak satu arah pada waktu tertentu, tetapi bersamaan," kata Budi.

Sistem 2-1 akan membagi Jalur Puncak (dari Gadog menuju Taman Safari) menjadi tiga lajur dengan waktu berbeda-beda yakni pukul 03.00 WIB sampai 13.00 WIB, 13.00 WIB sampai 14.00 WIB, serta 14.00 WIB sampai 20.00 WIB.

"Pengaturan lalu lintas kembali normal mulai pukul 20.00 WIB sampai 03.00 WIB. Skema ini hanya berlaku selama weekend," kata Budi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X