Bos KTM MotoGP Kapok Kontrak Pebalap Yamaha

Kompas.com - 27/09/2019, 10:02 WIB
CEO KTM, Stefan Pierer meminta maaf kepada Zarco karena mengalami masa yang sulit. Foto: Motor Sport MagazineCEO KTM, Stefan Pierer meminta maaf kepada Zarco karena mengalami masa yang sulit.

SPANYOL, KOMPAS.com - Direktur KTM Motorsport Pit Bierer menyatakan kekecewaannya kepada beberapa pebalap yang pernah bergabung bersamanya dari Yamaha. Sebab, mereka tidak bisa beradaptasi secara cepat dengan motor KTM.

Usai keluarnya Johann Zarco, Pit Bierer terus mengkaji beberapa hal hingga ditemukan bahwa ada pola yang sama pada beberapa pebalap yang sebelumnya pernah bergabung bersama Yamaha. Yakni, penurunan performa secara signifikan.

Sejak debut MotoGP 2017, KTM telah menggaet 5 pebalap mantan penunggang Yamaha YZR-M1 yaitu Pol Espargaro, Johann Zarco, Hafizh Syahrin, Miguel Oliveira, dan Bradley Smith. Ketika mengendarai RC16, sontak performa para pebalap tersebut berbeda, hanya Oliveira yang bisa beradaptasi.

Baca juga: Johann Zarco Pamit Mundur Lebih Awal dari KTM

Johann ZarcoFoto: Visordown Johann Zarco

Dikatakan, hal ini karena YZR-M1 merupakan motor paling mudah dikendarai dan bersahabat dengan berbagai jenis gaya balap. Sedangkan RC16 memiliki gaya yang lebih agresif dan bertenaga.

Bahkan hal ini juga sempat dirasakan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo saat pindah ke Ducati.

"Kita sama-sama tahu bahwa ada dua tipe mesin. Ada motor yang mudah dikendalikan, ada juga yang membutuhkan gaya balap berbeda dan menuntut fisik. Jadi harus cepat beradaptasi, karena berbeda," kata Bierer sebagaimana dikutip Speedweek, Jumat (27/9/2019).

Menariknya, hanya Oliveira yang bisa cepat beradaptasi. Perlu diketahui, pebalap asal Portugal itu dilirik karena kebolehannya di Moto2 dan belum pernah mengendarai motor MotoGP apapun sebelumnya.

Dari rentetan pristiwa itu, Bierer menyimpulkan bahwa performa baik seorang pebalap dengan suatu motor tak lantas membuat ia hebat ketika menggunakan motor lainnya. Atas dasar itu, dirinya mengaku tidak lagi melirik pebalap dari Yamaha untuk bergabung bersama KTM Motorsport.

Baca juga: Marquez Bisa Jadi Juara Dunia MotoGP 2019 di Thailand, Kalau...

Bradley Smith Red Bull KTM Factory Racing dan Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3.MOTORSPORT.com Bradley Smith Red Bull KTM Factory Racing dan Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3.

"Tapi patut saya apresiasi bahwa pada 2017 - 2018 Johann memiliki performa yang sangat baik sebagai petarung. Ia tidak peduli perangkat apa yang digunakan, ia tak pernah mengeluh dan menuntut macam-macam," katanya.

Bierer melanjutkan, Zarco bahkan pernah membuktikan bisa lebih cepat dari Valentino Rossi dan Maverick Vinales, padahal menggunakan motor setahun lebih tua. Selama musim itu juga (2017-2018) Zarco mampu bertarung sengit dengan para pebalap pabrikan, dan bukti ini yang meyakinkan KTM mengajak bergabung.

“Tapi sayang, kerja sama ini tidak berkerja secara baik, Dengan pengalaman ini, saya takkan lagi menjalin komitmen dengan pebalap Yamaha," ujar Beirer.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X