Beroperasi November 2019, Berapa Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek?

Kompas.com - 20/09/2019, 10:24 WIB
Tol Layang Jakarta-Cikampek PT Jasamarga Jalanlayang CikampekTol Layang Jakarta-Cikampek
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono telah memastikan Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek (Japek) II akan beroperasi pada akhir November 2019.

Rencananya, jalan Tol Layang dapat memperlancar arus mudik Natal dan tahun baru 2020. Progres konstruksi tol sepanjang 36,4 Km tersebut saat ini sudah mencapai 96,5 persen.

"Ada sekitar 9.000 tiang pancang yang dibuat dalam pembangunan tol ini. Tol Layang Japek II juga akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia, karena semuanya elevated,” ujar Basuki dalam keterangan resminya (19/9/2019).

Baca juga: INFOGRAFIK: Jalan Tol Layang Terpanjang di Indonesia

Tol Layang Jakarta-CikampekPT Jasamarga Jalanlayang Cikampek Tol Layang Jakarta-Cikampek

Laporan Kompas Properti sebelumnya menyebutkan jika usulan tarif Jalan Tol Layang Japek II akan berada di antara Rp 1.700 sampai Rp 2.000 per kilometer.

Danang Parikesit, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), mengatakan tarif yang ditentukan tidak akan keluar dari batas atas dan batas terendah yang diusulkan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT)

Artinya untuk rute terjauh dari Cikunir hingga Karawang Barat sejauh 36,4 Km akan menghabiskan ongkos sekitar Rp 61 ribuan hingga Rp 72 ribuan.

Melihat perkiraan tarif Tol Layang Japek II, angkanya jelas lebih mahal ketimbang tarif Tol Jakarta – Karawang Barat yang saat ini dipatok Rp 12.000 untuk kendaraan Golongan I.

Baca juga: 40 Persen Kendaraan Pribadi Diyakini Pindah ke Tol Layang

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desy Arryani saat mendengarkan penjelasan terkait pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) oleh Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek Djoko Dwijono, Kamis (19/9/2019). Saat ini, pekerjaan konstruksi jalan tol layang tersebut telah mencapai 96,5 persen.KOMPAS.COM/DANI PRABOWO Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desy Arryani saat mendengarkan penjelasan terkait pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) oleh Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek Djoko Dwijono, Kamis (19/9/2019). Saat ini, pekerjaan konstruksi jalan tol layang tersebut telah mencapai 96,5 persen.

Sebelum dioperasikan akan dilakukan uji beban dengan menggunakan 16 truk dengan beban masing-masing 40 ton terdiri dari uji statis dan dinamis.

“Pada 23 September 2019 akan dimulai uji beban sehingga kita rencanakan pada November 2019, Insya Allah bisa operasional," ungkapnya saat meninjau Tol Layang Japek II.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani yang ikut dalam kunjungan tersebut, mengusulkan Tol Layang Japek II hanya digunakan bagi kendaraan golongan I yakni mobil kecil dan bus.

"Secara struktur tol ini bisa dilewati seluruh golongan kendaraan, namun pertimbangannya adalah faktor safety karena masih banyaknya truk over dimension over load (ODOL) kecepatannya sangat pelan, risiko pecah ban dan seterusnya," kata Desi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X