Ini Alasan Harus Turun dari Motor dan Matikan Mesin saat Isi Bensin

Kompas.com - 13/09/2019, 07:12 WIB
Mengisi bensin sesuai dengan spek kendaraan agar mesin tetap awet KompasOtomotifMengisi bensin sesuai dengan spek kendaraan agar mesin tetap awet
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum  ( SPBU) memiliki sejumlah prosedur wajib. Salah satunya, yaitu turun dari sepeda motor dan mematikan mesin kendaraab saat akan mengisi bensin. Aturan ini dilakukan baik di SPBU milik PT Pertamina (Persero) maupun Shell.

Supervisor SPBU COCO Pertamina MT Haryono (31.128.02) Hendro Sihombing mengatakan, kewajiban pengendara motor harus di standar dan turun dari motor, yakni untuk menghindari penyebaran jika terjadi percikan atau munculnya api.

Baca juga: Era Kendaraan Listrik Ancam Industri Komponen Otomotif

Umumnya, ketika ada percikan api di sekitar atau di kendaraan, pemilik akan panik dan membanting motornya. Motor akan terjatuh karena tidak di standar, dan api berpotensi menjadi lebih besar.

Isi bensin di SPBU Pertamina KOMPAS.com/Ruly Isi bensin di SPBU Pertamina

"Ketika panik umumnya motor akan ditinggal begitu saja atau dijatuhkan. Pemilik akan kabur menjauhi sumber api tadi. Prilaku seperti ini yang ingin dihindari, karena potensi api tambah besar dan menyebar," kata Hendro kepada Kompas.com belum lama ini.

Hal tersebut akan berbeda jika motor di standar dan pemiliknya turun dari motor. Seandainya ada kebakaran, pemilik hanya lari meninggalkan motor di tempat tapi api tidak menyebar. Penanganannya pun bisa lebih cepat.

Sedangkan, Mae Ascan, ilmuwan bahan bakar Shell mengatakan, selain turun dari motor, mesin juga wajib dimatikan untuk menghindari faktor-faktor eksternal yang dapat menjadi pemantik api.

Isi bensin self serviceKOMPAS.com/Ruly Isi bensin self service

Baca juga: Kerjasama dengan KBRI Laos, Rombongan IMI Touring Lintas 3 Negara

“Mesin juga wajib dimatikan. Ini selalu menjadi standar keamanan di SPBU Shell di seluruh dunia. Jadi meski agak merepotkan kami harapkan konsumen memahami tujuannya,” kata kata Mae mengutip catatan Kompas.com.

Menurut Mae, mesin kendaraan merupakan unsur pemantik api. Saat didukung udara dan ada zat pembakaran yakni uap bensin, maka hanya butuh sepersekian detik dari keadaan normal untuk memicu api.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X