Toyota Dukung Mobil Elektrifikasi Bebas Ganjil Genap

Kompas.com - 07/08/2019, 07:52 WIB
Mobil yang melanggar peraturan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat ganji dan genap mulai dialihkan di Simpang Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (18/7/2018) Stanly RavelMobil yang melanggar peraturan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat ganji dan genap mulai dialihkan di Simpang Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (18/7/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara. Objektif Ingub tersebut yaitu untuk menekan masalah polusi udara di DKI Jakarta.

Salah satu pernyataan yang menarik, yaitu kebijakan ini tidak berlaku bagi kendaraan elektrifikasi. Anies mengatakan, kendaraan listrik bebas melewati jalur ganjil genap, karena tidak ikut menyumbangkan emisi atau polusi udara.

Baca juga: Reaksi Produsen soal Anies Bebaskan Ganjil Genap Kendaraan Listrik

Executive General Manager Toyota Astra Motor (TAM), Franciscus Soerjopranoto, mengatakan, sangat mendukung rencana Anies jika memberikan kemudahan kendaraan elektrifikasi bebas melewati jalur ganjil genap.

"Harapan kami sebetulnya kalau mau elektrifikasi, yaitu ada benefit-benefit tambahan lain di luar PPNBM, karena benefit apa saja dalam hal itu akan menurunkan operational cost pemilik mobil elektrifikasi," kata Soerjo di Jakarta, Selasa (6/8/2019).

(david) Uji coba sistem ganjil genap di Tol Tangerang-Jakarta mulai digelar Senin (16/4/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA (david) Uji coba sistem ganjil genap di Tol Tangerang-Jakarta mulai digelar Senin (16/4/2018).

Soerjo mengatakan, paket insentif pemerintah memang diperlukan untuk menekan harga mobil listrik, namun agar mobil ini bisa cepat diterima maka butuh hal lain yaitu menerapkan semacam jealous policy.

Baca juga: Cek Kalender, Lebih Baik Punya Kendaraan Pelat Ganjil atau Genap?

"Di negara maju sudah dilakukan, namanya carpool policy. Mobil penumpang isi tiga orang baru boleh lewat jalan tertentu, tapi khusus mobil listrik walau penumpangnya cuma satu boleh lewat. Wacana lainnya, itu bayar tol, kalau kendaraan biasa bayar tol mahal kalau mobil elektrifikasi cuma setengah saja. Kemudian juga parkir, parkir di mall mahal tapi kalau pakai mobil listrik jadi murah," kata Soerjo.

Soerjo mengatakan, ketika konsumen melihat mobil elektrifikasi memiliki banyak manfaat di luar harganya, hal itu akan jadi daya tarik lain.

"Elektrifikasi yang kami bagi itu ada empat. Pertama hibrida yang masih gabung (Prius), PHEV atau Plug in Hybrid, kemudian full electric, dan mobil di luar tenaga itu seperti mobil hidrogen, tenaga matahari dan lainnya," kata Soerjo.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X