Kompas.com - 05/08/2019, 16:56 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana untuk menerapkan skema ganjil genap bagi sepeda motor. Pembatasan kendaraan ini imbas dari Instrusi Gubernur (Ingub) yang menanggapi isu lingkungan di Jakarta.

Sontak, kebijakan ini menuai pro dan kontra dari komunitas, pemerhati otomotif, hingga pengguna roda dua. Tidak terkecuali PT Triangle Motorindo selaku agen pemegang merek (APM) Viar di Indonesia.

"Kebijakan tersebut kan muncul dari isu polusi udara (yang dirilis AirVisual) yang menyebutkan bahwa kualitas udara di Jakarta paling buruk nomor satu di dunia. Kami setuju saja bila memang aturan ganjil genap diperluas dan berlaku untuk sepeda motor," kata Corporate Manager Triangle Motorindo (Viar Motor Indonesia) Deden Gunawan saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Baca juga: Aturan Ganjil Genap Tidak Bisa Diterapkan pada Motor

"Namun, kami berharap bahwa sepeda motor listrik dibebaskan di aturan tersebut," lanjutnya.

Deden menganggap bahwa penggunaan kendaraan listrik di Indonesia sesuai dengan semangat pemerintah dalam mempercepat era elektrifikasi kendaraan.

Lagipula, sepeda motor listrik tidak menghasilkan polusi udara yang begitu besar sebagaimana motor konvensional atau berbahan bakar minyak. Dengan aturan seperti itu, pengguna sepeda motor bisa terangsang untuk beralih ke kendaraan listrik.

Baca juga: Komunitas Ojek Online Tidak Setuju Sepeda Motor Kena Ganjil Genap

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Lipito pernah mengatakan, wacana ganjil genap untuk sepeda motor sedang disiskusikan, dan perlu dikaji lebih dalam lagi. Hal ini sesuai mandat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Ingub Nomor 66 tahun 2019.

Lagipula berdasarkan kajiannya, lanjut dia, penerapan ganjil genap yang bertujuan untuk memindahkan prilaku pengguna mobil pribadi ke moda transportasi umum belum berjalan optimal. Sebab, orang lebih memilih sepeda motor sebagai gantinya.

"Ini yang menjadi perhatian khusus kita bersama. Akan kita kaji lebih mendalam mengenai motor akan seperti apa," ucap Syafrin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.