Curhat Pengusaha Truk soal Kemacetan Tol Cikampek

Kompas.com - 02/07/2019, 12:02 WIB
Kendaraan pemudik terjebak macet di Tol Cikampek, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). Pada H+2 lebaran, Tol Cikampek mulai dipadati kendaraan pemudik yang akan kembali ke Jakarta.ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA Kendaraan pemudik terjebak macet di Tol Cikampek, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). Pada H+2 lebaran, Tol Cikampek mulai dipadati kendaraan pemudik yang akan kembali ke Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Jakarta- Cikampek (Japek) telah mengumumkan akan melakukan pekerjaan pemeliharaan konstruksi rigid yang dimulai Senin (1/7/2019) sampai Jumat (5/7/2019). Pengerjaan ini semakin menambah panjang daftar proyek yang tengah dikerjakan di tol Lintas Jawa tersebut.

Mengomentari rencana pengerjaan ini, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Kyaatmaja Lookman mengaku penambahan pengerjaan ini akan berpengaruh pada proses pergerakan armada truk yang melintas di tol Japek. 

“Tentu sangat berpengaruh. Kita sangat mengandalkan tol tersebut. Tapi sebelumnya kita sudah perkirakan memang dari pembangunan elevated toll road terutama di persimpangan tol lama dan baru akan padat,” ucap Lookman saat dihubungi Selasa (2/7/2019).

Lookman mengungkapkan selama ini sejak rencana pembangunan elevated toll, LRT dan kereta cepat, tol Cikampek sudah cukup padat dengan jumlah kendaraan yang menggunakan tol tersebut. Meski pengerjaan pemeliharaan kontruksi hanya berlangsung beberapa hari, tetap mempengaruhi perjalanan armada truk ke wilayah Cikarang dan Karawang.

“Saya harap pengelola tol dapat mengembalikan jumlah lajur yang sebelumnya berkurang karena pembangunan. Ini karena sampai sekarang beberapa ruas dan lajur masih dipakai meski terlihat pengerjaan proyek sudah selesai,” ucap Lookman.

Tol Cikampek Ditutup, Jasa Marga Sarankan Lewat Jalur Lain

Lookman menyarankan, pengelola tol dapat membuat jumlah jalur yang konsisten selama di area proyek tol Cikampek. Selama ini sopir truk mengeluhkan jalur yang berubah-ubah membuat kemacetan.

“Jadi dari yang biasanya lima lajur, kemudian di beberapa titik menjadi tiga lajur dan empat lajur. Sebaiknya dibuat sama dengan menutup jalur kosong yang berpotensi diisi oleh pengguna jalan lain dan membuat kemacetan,” ucap Lookman.

Pengerjaan untuk arah CIkampek dimulai dari KM 24+515 sampai dengan KM 24+616 di bahu luar dengan panjang penanganan 72 meter. Prosesnya berlangsung Minggu (30/6/2019) pukul 08.00 WIB hingga Kamis ($/7/2019) pukul 05.00 WIB.

Untuk arah Jakarta dimulai dari KM 31+919 sampai KM 31+799 di lajur dua dengan panjang 120 meter. Pengerjaan dimulai Senin (1/7/2019) pukul 08.00 WIB sampai 5 Juli pukul 05.00 WIB.

Beberapa skenario pengaturan lalu lintas saat pengerjaan tersebut antara lain sistem buka tutup lajur satu di lokasi pekerjaan baik arah Cikampek maupun arah Jakarta. Dipersiapkan juga contraflow dari KM 21+000 sampai KM 25+100 arah Cikampek dan KM 35+600 sampai KM 29+500 arah Jakarta.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X