Siapa Bilang Mobil Jarang Digunakan Lebih Awet?

Kompas.com - 02/03/2019, 14:42 WIB
Ilustrasi parkiran mobil Ilustrasi parkiran mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi yang beranggapan bahwa mobil yang jarang digunakan justru lebih awet, silakan buang jauh-jauh pemikiran tersebut. Nyatanya, baik mobil yang digunakan tiap hari maupun yang hanya bersarang di garasi, tetap butuh yang namanya perawatan.

Kondisi ini diungkapkan oleh Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Sapta Agung Nugraha. Menurut Sapata, kondisi ketahanan mobil bukan diukur dari seberapa sering digunakan atau tidak, melainkan dari perawatan.

"Tidak ada perbedaan, jadi mau dipakai atau tidak yang penting tetap dirawat kalau mau awet. Anggapan mobil lebih awet bila jarang digunakan itu salah, karena bila tidak dibarengi dengan pengecekan dan perawatan otomatis mobil yang diam akan lebih bermasalah," kata Sapta beberapa waktu lalu kepada Kompas.com.

Baca juga: Hati-hati Saat Beli Supercar Seken

Mobil yang jarang digunakan menurut Sapta cukup rentan dengan beberapa penyakit. Pertama dan paling umum ditemui adalah aki yang menjadi lemah akibat tidak adanya siklus pengisian ulang yang bisa terjadi saat mesin menyala atau ketika berjalan.

Kerusakan kedua menyerang pada bagian kaki-kaki, dalam hal ini ban bahkan juga beberapa komponen lain. Dengan berdiam terlalu lama dalam satu posisi, membuat tekanan udara pada ban bisa berkurang hingga akhirnya mengempis, bearing roda juga demikian karena terlalu lama menjadi tumpuan beban dalam satu titik saja.

Ban kempis setelah meledakshutterstock Ban kempis setelah meledak
Menurut Sapta, bila mobil memang jarang dipakai akibat malas menggunakan karena macet, baiknya tetap dilakukan perawatan. Hal kecil yang bisa dilakukan adalah dengan memanaskan mesin minimal dua hari sekali.

"Panaskan selama 15 menit untuk agar alternator bisa mengisi kembali daya pada aki, bila ingin lebih maksimal memanaskan mobil baiknya sambil berjalan agar roda yang ikut bergerak," ucap Sapta.




Close Ads X