Nasib Daihatsu Sirion Terganjal Pembatasan Impor

Kompas.com - 13/02/2019, 09:24 WIB
Generasi ketiga Daihatsu Sirion meluncur di Jakarta, Selasa (13/2/2018).Febri Ardani/KompasOtomotif Generasi ketiga Daihatsu Sirion meluncur di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

SIBOLGA, KOMPAS.com - Imbas adanya pembatasan impor kendaraan complete built up (CBU), PT Astra Daihatsu Motor (ADM), mengaku cukup kerepotan memenuhi pasar Sirion di Indonesia. Seperti diketahui, Sirion merupakan city car yang didatangkan dalam bentuk utuh dari Malaysia.

Menurut Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra, rata-rata permintaan Sirion per bulan mencapai 200 unit. Sementara suplainya sendiri hanya 100 unit per bulan.

"Sekarang ini inden karena kan pemerintah membatasi impor, kita sih maunya berdasarkan permintaan 200 per bulan, tapi karena masuknya paling hanya 100 unit, jualannya segitu saja," ucap Amel kepada media di Sibolga, Sumater Utara, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: Kata Daihatsu, Xenia 1.5 Bukan Lawan Mitsubishi Xpander

Amel menjelaskan, bila Sirion kasusnya sedikit repot. Pada satu sisi permintaanya cukup baik, namun di satu sisi terganjal masalah pembatasan impor yang dilakukan oleh pemerintah.

Daihatsu sendiri mendapat jatah impor Sirion 60 persen untuk transmisi otomatis, sedangkan sisanya transmisi manual. Namun untuk kuota Sirion matik di Januari 2019 sudah habis dan baru akan melakukan permintaan kembali ke Perodua.

All-new Daihatsu Sirion.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI All-new Daihatsu Sirion.
Bagi konsumen yang memesan Sirion, otomatis harus menunggu dengan waktu yang tidak sebentar. Apalagi untuk tipe favorit seperti warna putih, masa tunggunya bisa lebih dari dua bulan.

"Karena terbatas paling cepat itu dua bulan, kalau untuk yang favorit bisa sampai tiga bulan seperti yang warna putih karena banyak dicari," ucap Amel.




Close Ads X