Pasar Sepeda Motor di Jakarta dan Tangerang Sudah Jenuh

Kompas.com - 17/01/2019, 07:02 WIB
Ilustrasi layanan sepeda motor Honda AHMIlustrasi layanan sepeda motor Honda

JAKARTA, KOMPAS.com - Wahana Makmur Sejati sebagai diler utama sepeda motor Honda wilayah Jakarta dan Tangerang, melihat bahwa sejak tiga tahun terakhir pasar motor sudah sangat jenuh. Terbukti dari total penjualan dari 20016, 2017, dan 2018 tidak ada pergerakan yang signifikan.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Edi Setiawan, Chief Marketing Officer Wahana dalam acara "Catatan Positif Bisnis Wahana" di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2019).

"Pasarnya memang sudah sangat jenuh, sehingga pertumbuhan penjualan tidak terlalu besar dalam tiga tahun terakhir untuk wilayah kami," ujar Edi.

Total penjualan motor Honda di Jakarta dan Tangerang, kata Edi untuk tahun lalu mencapai 401.500 unit. Pencapaian itu tumbuh 2,5 persen dan diklaim menguasai pangsa pasar 72 persen.

Baca juga: Gudang Baru Wahana Sanggup Simpan 7.000 Unit Motor Honda

"Segmen paling besar tetap matik, karena bebek hanya 4 persen, kemudian sport juga sudah turun dari 14 persen menjadi 8 persen," ucap Edi.

Edi melanjutkan, hasil penjualan Wahana tahun lalu itu berkontibusi terhadap penjualan nasional sekitar 10 persen hingga 11 persen. Sementara target tahun ini, diharapkan bisa meningkat hingga 5 persen dari total penjualan 2018.

"Dalam tiga tahun berturut-turut, sulit mendapatkan pertumbuhan yang tinggi karena pasarnya juga memang sudah jenuh," kata Edi.

Sementara itu Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) juga memperediksi penjualan motor nasional  tahun ini stagnan atau kurang lebih mirip seperti tahun lalu yang mencapai 6.383.111 unit. Faktor utama, karena 2019 ini juga cukup kental nuansa politik.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X