Ini yang Bikin Orang Jarang Servis Mobil ke Bengkel Resmi

Kompas.com - 19/12/2018, 15:59 WIB
Aktivitas bengkel Suzuki IstimewaAktivitas bengkel Suzuki
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Aturan pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil-genap di DKI Jakarta, dan munculnya ojek online (ojol) ternyata membuat konsumen jarang datang ke bengkel resmi. Kondisi itu yang dialami oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai agen pemegang merek (APM) Suzuki di Indonesia.

Menurut Riecky Patrayudha, Head of Service 4W, 2W & Marine PT SIS, secara nasional konsumen yang melakukan servis di wilayah Jakarta itu berkontribusi sekitar 30 persen, sedangkan efek ganjil-genap dan ojek online sekitar 15 persen.

"Jadi itu mempengaruhi sekali. Karena pemilik jadi jarang menggunakan mobilnya, otomatis waktu servis berkala juga menjadi berkurang," kata Riecky di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (19/12/2018).

Baca juga: Suzuki Keluarkan Dana Besar untuk "Recall" Carry

Berdasarkan data yang dirilis Suzuki, unit yang datang ke bengkel resmi periode Januari hingga November 2018 mencapai 906.252 unit. Menurut Riecky, jumlah tersebut meningkat satu digit.

"Pokoknya kalau secara jumlah naik satu digit dari tahun lalu. Kami juga tetap mengarahkan konsumen untuk terus datang ke bengkel resmi," ujar Riecky.

Riecky menambahkan, Suzuki sendiri selalu menyarankan pembeli untuk datang ke bengkel resmi melakukan servis berkala setiap 10.000 km atau enam bulan sekali, tergantung mana yang lebih dulu tercapai.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X