15.000 AMMDes Siap Diproduksi Sepanjang 2019

Kompas.com - 01/10/2018, 09:02 WIB
AMMDes suskes dipesan ribuan unit selama GIIAS 2018 Dok. KMWAMMDes suskes dipesan ribuan unit selama GIIAS 2018
Penulis Stanly Ravel
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Komisaris PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) dan PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) Sukiat, mengatakan, persiapan produksi Alat Mekanis Multiguna Pedesaan ( AMMDes) sudah mendekati 90 persen. Dipastikan produksi massal perdananya sesuai target awal, yakni Januari 2019.

"Persiapan sudah jalan dan hampir selesai, ada kendala sedikit soal izin lokasi kemarin. Karena di tempat saya lokasinya bukan industri, jadi saya sewa lahan di Ceper untuk pabrik selama dua sampai tiga tahun ke depan," ucap Sukiat saat dihubungi Kompas.com, Minggu (30/9/2018).

Lebih lanjut Kiat melanjutkan bahwa produksi awal AMMDes akan dilakukan di dua lokasi. Pertama di Ceper, Jawa Tengah, lalu di pabrik milik Astra yang berlokasi di Citeureup.

Baca juga: AMMDes Bukan Mobil, tapi Kendaraan

Dari sisi pengembangan produk, menurut Kiat tidak ada perubahan dari model prototipe yang sudah di luncurkan saat Agustus lalu. Sedangkan untuk jumlah produksi awal, dalam satu tahun direncanakan 15.000 unit.

Kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes)STANLY RAVEL Kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes)

"Awal itu 5.000 rencananya, nanti kita tingkatkan lagi melihat potensi menjadi 10.000 unit dan sesuai target pertama itu satu tahun 15.000. Untuk jumlah produksinya sama antara di Citeureup dan Ceper, tinggal bagi dua saja," ucap Kiat.

Kiat menceritakan mulai dari awal peluncuran hingga saat ini, AMMDes sudah mendapatkan banyak respon positif. Nantinya setelah resmi diproduksi, AMMDes akan dipasarkan melalui jaringan Astra Otoparts yang ada di Indonesia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X