Pantangan buat Mobil yang Terendam Air Laut - Kompas.com

Pantangan buat Mobil yang Terendam Air Laut

Kompas.com - 30/09/2018, 12:02 WIB
Warga berusaha menyelamatkan barang-barang dari rumah mereka yang runtuh akibat gempa bumi dan tsunami menghantam Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018). Hampir 400 orang tewas akibat gempa yang disusul tsunami pada Jumat (28/9/2018).AFP PHOTO / MUHAMMAD RIFKI Warga berusaha menyelamatkan barang-barang dari rumah mereka yang runtuh akibat gempa bumi dan tsunami menghantam Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018). Hampir 400 orang tewas akibat gempa yang disusul tsunami pada Jumat (28/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendaraan bermotor yang terkena bencana tsunami di Palu, Donggala dan Mamuju pada Jumat (28/9/2018) cukup banyak. Apabila nanti ingin diperbaiki, maka sebaiknya jangan pernah untuk menyalakan mesin, terutama untuk mobil.

Menurut General Manager Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM) Dadi Hendriadi, apabila air sudah masuk ke ruang bakar sebaiknya langsung dibawa ke bengkel. Kemungkinan water hammer atau bisa jadi oli juga sudah tercampur air laut.

"Kalau mesin dinyalakan takutnya akan merusak mesin. Juga kemungkinan air laut masuk ke transmisi juga," ujar Dadi kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (28/9/2018) malam.

Baca juga: Lakukan Ini jika Mobil Terendam Banjir

Dadi juga menyarankan, apabila di bawa ke bengkel ada baiknya digendong pakai mobil khusus, ketimbang ditarik. Faktor utama, oli transmisi dan differential yang tercampur air laut bisa membuat kerusakan komponen.

"Waktu mobil itu berjalan, otomatis berputar rodanya karena ditarik, jadi sebaiknya digendong saja. Demi keamanan," ucap Dadi.

Belum lagi, lanjut dia air laut itu sendiri memiliki sifat korosif, sehingga cepat menimbulkan karat pada bagian atau komponen mobil yang terbuat dari besi.

"Tetapi kalau segera dibersihkan dengan tuntas, bisa mencegah kerusakan atau karat itu sendiri," kata Dadi.



Close Ads X