Test Drive Pikap Tata Super Ace Bermuatan Komoditi - Kompas.com

Test Drive Pikap Tata Super Ace Bermuatan Komoditi

Kompas.com - 01/08/2018, 07:02 WIB
Tata Super Ace yang diuji coba menggunakan muata barang komoditiKompasOtomotif - AFH Tata Super Ace yang diuji coba menggunakan muata barang komoditi

Medan, Kompas.com - Kali ini awak redaksi melakukan test drive yang berbeda pada model pikap. Biasanya uji coba dilakukan dengan kondisi bak kosong. Namun kali ini redaksi Kompas.com mendapat kesempatan mencoba pikap Tata Super Ace dengan kondisi bak terisi.

Muatan bak pada Super Ace adalah barang komoditi pasar yang dibeli untuk kepentingan program Tata Motors yaitu Jelajah Pasar Nusantara (JPN).

Isinya lumayan banyak karena pada saat melakukan test drive di Binjai, Medan, Sumatera Utara (24/7/2018) lalu, tim JPN sudah membawa hasil bumi dari beberapa pasar sebelumnya. Tentunya ditambah dengan beberapa hasil bumi yang dijual di Pasar Tavip, Binjai, Sumatera Utara.

Baca juga: Tata Motors, Pasar Tradisional dan Generasi Milenial

Kabin

Posisi berkendara Super Ace hampir mirip dengan merek lain yang sejenis. Ruang kaki seadanya dengan posisi kaki kiri agak terbatas saat mengoperasikan pedal kopling.

Pengoperasian beberapa perangkat seperti tuas persneling, rem tangan, tuas aktivasi sein dan wiper terbilang mudah.

Diesel

Super Ace punya keunikan dan nilai jual tersendiri untuk urusan penghasil tenaga. Di segmennya Super Ace jadi pionir pikap bermesin turbo diesel 1.400cc di Indonesia.

Torsi yang besar sangat dibutuhkan untuk pikap yang memiliki maksimum daya angkut 1,5 ton. Racikan mesin yang dimiliki Super Ace diklaim mumpuni untuk mengemban tugas tersebut.

Baca juga: Tata Mau Buktikan Kualitas Produk Lewat Jelajah Sumatera

Saat tes, beban yang ada sekitar 500 kg. Untuk akselerasi awal cukup enak meski "usia" gigi 1 tidak terlalu panjang karena karakter rasio gigi yang pendek. Tapi itu cukup memudahkan pergerakan awal Super Ace.

Pasar Tavip Binjai, Medan, Sumatera UtaraKompasOtomotif - AFH Pasar Tavip Binjai, Medan, Sumatera Utara

Untuk konsumsi bahan bakar, hasil perhitungan tim JPN yang telah bergerak dari Aceh hingga Binjai, rata-rata penggunaan BBM mencapai 12,9 kpl.

Pengendalian

Mencoba pikap dengan muatan pada bak memang tak boleh sembarangan. Sebab, ada efek pergeseran body akibat titik berat yang berpindah ke belakang.

Kendati demikian, saat awak redaksi mencoba, pergeseran yang ditimbulkan saat melakukan manuver dan menyalip kendaraan masih dalam kontrol yang baik.

Perhitungan pengemudi amat penting untuk mengukur efek pergeseran yang ditumbulkan akibat penuhnya muatan. Namun selama masih megikuti aturan maksimum beban, tentunya efek tidak akan merepotkan.

Untuk pikap seharga Rp 125,6 juta, rasanya patut diperhitungkan dengan pertimbangan penggunaan mesin, daya angkut, dan penggunaan serta konsumsi BBM.



Close Ads X