Lorenzo Jadi Duri di Era Marquez - Kompas.com

Lorenzo Jadi Duri di Era Marquez

Kompas.com - 15/04/2018, 15:35 WIB
Jorge Lorenzo dengan livery baru Ducati musim 2018.Motorsport.com Jorge Lorenzo dengan livery baru Ducati musim 2018.

Jakarta, KOMPAS.com – Sejak pindah ke Ducati pada 2017, Jorge Lorenzo terasa kesulitan bekerja sama dengan Desmosedici. Masalah buat dia bukan cuma itu saja, gosip musim ini tentang gajinya, ketegangan hubungan dengan Andrea Dovizioso, serta kontrak Ducati yang belum jelas, juga menyelimuti juara dunia 2015 itu.

Baca: Hubungan Lorenzo dan Dovizioso Mulai Tegang

Walau sedang banyak dikritik, Lorenzo mengingatkan publik dia pebalap hebat satu-satunya yang bisa menandingi Marc Marquez. Marquez merupakan juara dunia MotoGP 2013, 2014, 2016, dan 2017. Bila saja tidak ada Lorenzo, bukan tidak mungkin Marquez juara dunia lima musim berurutan.

Baca: Iannone Gagal, Suzuki Bidik Lorenzo

“Saya sangat menyadari nilai saya sekarang berkurang dari dua tahun lalu, tetapi dunia tahu apa yang Lorenzo bisa lakukan kalau balapan. Lagipula, saya adalah satu-satunya pebalap yang bisa menang kejuaraan di era Marc Marquez,” kata Lorenzo di acara pengenalan buku “Lo que aprendì hasta los 30” (Apa yang saya pelajari sebelum 30), seperti ditulis gpone.com, Jumat (13/4/2018).

Pebalap Ducati, Jorge Lorenzo, memacu motornya pada hari terakhir tes pramusim MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia, Selasa (30/1/2018).Mohd RASFAN/AFP Pebalap Ducati, Jorge Lorenzo, memacu motornya pada hari terakhir tes pramusim MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia, Selasa (30/1/2018).

Selain mengomentari soal Marquez, Lorenzo juga sediki bicara tentang Ducati. “Bisa mengendarainya adalah obsesi dan karena itulah saya mengubah persiapan, memodifikasi diet dan jumlah jam berlatih. Sekarang usaha itu belum berhadiah hasil, tapi saya tidak ragu saya akan bisa menang itu Cuma masalah waktu. Targetnya adalah memenangi balapan dan bila mungkin kejuaraan. Tahun ini telah dimulai jelek tapi kejuaraan masih panjang, dan seperti kita lihat, semua bisa terjadi di MotoGP,” katanya.

Selama dua seri, Qatar dan Argentina, Lorenzo hanya meraih satu poin. Dia tidak finis di Qatar karena masalah rem dan berada di posisi 15 di Argentina.


Komentar
Close Ads X