Nostalgia Biker dan Ladang Bisnis yang Menjanjikan - Kompas.com

Nostalgia Biker dan Ladang Bisnis yang Menjanjikan

Kompas.com - 09/04/2018, 09:42 WIB
Salah satu unit Yamaha F1ZR lansiran 2001 yang terjual dengan harga Rp 30 juta saat penyelenggaraan Pasar Jongkok Otomotif (Parjo) 2018, di TMII, Jakarta Timur, Sabtu (7/4/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Salah satu unit Yamaha F1ZR lansiran 2001 yang terjual dengan harga Rp 30 juta saat penyelenggaraan Pasar Jongkok Otomotif (Parjo) 2018, di TMII, Jakarta Timur, Sabtu (7/4/2018).

Jakarta, KOMPAS.com — Bagi pehobi dunia otomotif yang merasakan masa remaja di era 1990-an hingga awal 2000, Suzuki Satria 120R dan Yamaha F1ZR mungkin merupakan segelintir sepeda motor populer yang jadi idola pada masa itu. Dibekali mesin 2-Tak, kedua motor underbone alias bebek ini dianggap punya daya tarik tersendiri dibanding model lain yang eksis kala itu.

Daya tarik ini pula yang membuat harga bebek sejenis Satria dan F1ZR relatif mahal pada masa itu. Sehingga tidak semua remaja berkesempatan untuk memilikinya.

Latar belakang itulah yang membuat Arya Seta mulai berpikir untuk berbisnis motor bebek 2-Tak. Menurut Arya, motor bebek 2-Tak punya daya tarik tersendiri bagi pehobi motor yang punya pengalaman historis dengan motor tersebut. Melalui brand Greenseta Motorestor, Arya mulai merintis usaha berdagang bebek 2-Tak hasil restorasi.

Baca juga : Gara-gara Astrea Grand Rp 80 Juta, Pria Ini Dikejar Banyak Orang

Deretan sepeda motor bebek 2-Tak siap jual yang dipajang di stan Greenseta saat penyelenggaraan Pasar Jongkok Otomotif 2018 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (7/4/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Deretan sepeda motor bebek 2-Tak siap jual yang dipajang di stan Greenseta saat penyelenggaraan Pasar Jongkok Otomotif 2018 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (7/4/2018).

Ucapan Arya sudah terbukti. Saat pergelaran Pasar Jongkok Otomotif (Parjo) 2018, Greenseta tercatat berhasil menjual F1ZR lansiran 2001 dan Satria lansiran 2004 dengan harga puluhan juta rupiah. F1ZR terjual di angka Rp 30 juta, sedangkan Satria laris di harga Rp 25 juta. Sesuai tujuan awal, para konsumen yang disasar adalah "biker" yang ingin bernostalgia dengan motornya itu.

Baca juga : Bebek Lawas Laku Puluhan Juta Rupiah di Parjo 2018

"Ada yang dulu tidak kesampaian beli, ada yang pernah kecelakaan dengan motornya itu, sama ada yang pernah jual motornya buat modal usaha. Sekarang begitu sukses, dia mau beli lagi motor yang sama," kata Arya saat ditemui Kompas.com di arena Parjo 2018 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (7/4/2018).

Suzuki Satria 120R lansiran 2004 yang baru saja laku terjual di stan Greenseta, saat penyelenggaraan Pasar Jongkok Otomotif 2018 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (7/4/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Suzuki Satria 120R lansiran 2004 yang baru saja laku terjual di stan Greenseta, saat penyelenggaraan Pasar Jongkok Otomotif 2018 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (7/4/2018).

Ajang Parjo 2018 bukan satu-satunya arena jualan Greenseta. Memanfaatkan media sosial Instagram, Greenseta sudah eksis berjualan motor 2-Tak restorasi. Bahkan, pembeli F1ZR di ajang Parjo 2018 adalah seseorang yang sudah lebih dulu mengamati motor tersebut di akun Instagram Greenseta.

"Selama Parjo, enggak semua motor kita bawa ke sini. Ada yang tetap disimpan di workshop," ujar Arya.

Proses restorasi motor bebek lawas di Greenseta Motorestor.Instagram/Greensetaracing Proses restorasi motor bebek lawas di Greenseta Motorestor.

Menurut Arya, sekarang ini Greenseta bisa merestorasi 3-4 motor setiap bulannya. Dalam merestorasi dan menjual motor bebek 2-Tak, Arya menyatakan pihaknya akan mengamati dulu tren yang berkembang. Jika ada salah satu jenis motor yang sedang banyak dicari, maka Arya akan segera mencari tipenya, tidak peduli kondisi. Menurut Arya, kondisi motor yang tidak baik masih bisa diperbaiki.

Untuk aksesori dan suku cadang, Arya mengaku punya rekanan untuk memasok barang-barang yang dibutuhkan. Seluruhnya dijamin asli keluaran pabrikan.

Baca juga: Simak Biaya Restorasi Motor Nostalgia seperti Astrea Grand

"Jadi ada rekanan dan link yang masih bisa suplai. Karena ada beberapa toko yang masih menyimpan stok," ucap Arya.

Zubastian berpose bersama Honda Astrea Grand lansiran 1991 hasil restorasi yang baru saja dijualnya seharga Rp 80 juta kepada seorang rekannya.Dokumentasi Pribadi/Zubastian Zubastian berpose bersama Honda Astrea Grand lansiran 1991 hasil restorasi yang baru saja dijualnya seharga Rp 80 juta kepada seorang rekannya.
Arya tak sendiri. Menguntungkannya, ladang bisnis bebek lawas juga sudah dirasakan Zubastian Rachman, pria yang belum lama ini dikabarkan menjual satu unit Honda Astrea Grand lansiran 1991 seharga Rp 80 juta. Seperti konsumen Arya, pembeli motor Grand milik Zubastian juga adalah pehobi yang punya pengalaman historis dengan motor tersebut.


Komentar
Close Ads X