Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/02/2018, 07:02 WIB
Ghulam Muhammad Nayazri,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

Jakarta, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merupakan asosiasi, payung bagi merek mobil penumpang maupun komersial yang berbisnis di dalam negeri. Namun memang, tidak semua pebisnis otomotif roda empat berada di bawahnya.

Jadi jembatan antara pebisnis dan pemerintah, serta ikut berupaya mengembangkan industri otomotif dalam negeri, apakah menjadi anggota Gaikindo ada ruginya, selain dari keuntungan yang akan didapat?

Menanyakan hal tersebut kepada salah satu anggotanya BMW, Vice President of Corporate Communications BMW Group Indonesia Jodie O'tania mengakui, kalau sampai saat ini belum ada ruginya mengikuti keanggotaan Gaikindo.

Baca juga : Kata Merek Jerman Lain Soal Penyerahan Data Jualan ke Gaikindo

BMW X2 M Sport berpose di tengah perjalanan menyusuri Samudera Atlantik, Portugal, Sabtu (27/1/2018)Kompas.com - Wisnu Nugroho BMW X2 M Sport berpose di tengah perjalanan menyusuri Samudera Atlantik, Portugal, Sabtu (27/1/2018)

“Kalau sampai saat ini, yang kami dapatkan ketika menjadi anggota Gaikindo adalah keuntungan, itu yang selalu kami dapat. Jadi kalau berbicara soal kerugian, hingga sekarang tidak ada,” ujar Jodie, Kamis (22/2/2018).

Jodie menambahkan, menjadi anggota Gaikindo, BMW bisa mendapat dan berbagi informasi dengan merek-merek lainnya, terutama di segmen premium yang masih akan terus berkembang. “Jadi dengan berada di asosiasi, memberikan manfaat besar,” tutur Jodie.

Karen Lim, President Director BMW Group Indonesia menyebutkan, mejadi anggota asosisasi, ada banyak topik yang bisa dibicarakan bersama. Lalu sebagai satu kesatuan pemain di industri otomotif, merek-merek mobil akan punya suara lebih keras dibanding kalau bergerak dan berjuang sendiri.

“Suara kita bersama-sama akan lebih didengar,” ujar Karen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com