KALEIDOSKOP 2017 Otomotif

Sedikit Cerita Kendaraan Listrik Nasional di 2017

Kompas.com - 26/12/2017, 09:42 WIB
|
EditorAzwar Ferdian

Kemudian ada lagi purwarupa mobil listrik jenis crossover Evhero, garapan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung. Terakhir ada Ezzy II yang baru dijajal Presiden Joko Widodo ketika meresmikan Jalan Tol Surabaya-Mojoketro ( Sumo), Selasa (19/12/2017). Mobil tersebut merupakan hasil karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). 

Bukan tanpa harapan, para pemain lokal dan anak-anak bangsa ini berharap bisa mendapat perthatian dan perlindungan pemerintah, sehingga bisa menikmati pasar otomotif dalam negeri, dan tidak dianaktirikan.

Merek Asing Mengemis “Insentif”

Berdalih mendorong pengembangan kendaraan listrik dalam negeri, merek-merek otomotif besar dalam negeri mulai meminta-minta soal insentif. Hampir semua satu suara, kalau pada fase awal mereka meminta dibukakan keran impor CBU produk mobil ramah lingkungan mereka, sebelum lokalisasi.

Namun, pihak Kementerian Perindustrian yang saat itu diwakili Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan yang saat ini menjabat sebagai Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) mengatakan, kalau insentif bakal diberikan buat mereka yang komitmen akan meproduksi di dalam negeri.

Baca juga : Impor Kendaraan Listrik Bebas Pajak Sampai 2025?

Bahkan lebih tegas lagi, disebut Putu, tak ada insentif yang akan diberikan untuk sepeda motor listrik asing. Pasalnya, sudah ada Gesits yang menjadi role model kendaraan listrik yang hampir 100 persen bisa dikembangkan dan diproduksi di dalam negeri, oleh anak bangsa.

Stasiun penyedia listrik umum (SPLU) milik PLNIstimewa Stasiun penyedia listrik umum (SPLU) milik PLN

PLN dan SPLU

Mulai kencangnya pembicaraan soal kendaraan listrik, memancing Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai muncul ke permukan. Tampil dengan wajah percaya diri seakan sudah membaca situasi dan masa depan, mereka mulai menyosialisasikan soal supply tenaga listrik melalui Stasiun Pengisian Listrik Negara (SPLU). Mereka mengklaim sudah memiliki 900-an SPLU khususnya di wilayah Jakarta.

Walaupun kenyataannya, SPLU tersebut awalnya ditujukan untuk para pedagang kaki lima, memerkecil perilaku pencurian listrik di lapangan. Namun, ketika ditembak pertanyaan soal itu, PLN menyebut fasilitas tersebut juga mumpuni dan akan di upgrade, untuk kendaraan listrik, motor maupun mobil.

Pastinya, jika mengacu pada draft Perpres soal kendaraan listrik, pada Bagian Kedua, mengenai Infrastruktur SPLU (Stasiun Pengisian LIstrik Umum) pasal Pasal 4 draft Perpres mengenai mobil listrik ini, dijelaskan beberapa instrumennya. Berikut isi dari pasal tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.