Perlu Tersedia Palu Pemecah Kaca di Mobil - Kompas.com

Perlu Tersedia Palu Pemecah Kaca di Mobil

Kompas.com - 14/12/2017, 10:44 WIB
Mobil TenggelamKompas Otomotif Mobil Tenggelam

Jakarta, KompasOtomotif - Selama ini alat pemecah kaca hanya diwajibkan tersedua pada kendaraan umum. Sementara pada kendaraan pribadi, alat tersebut bukanlah satu hal yang harus tersedia.

Namun menurut Pegiat safety driving sekaligus Training Director dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, sedianya perlu dipikirkan kembali mengenai alat pemecah kaca pada kendaraan pribadi, khusudnya kendaraan jenis mini bus yang mengangkut lebih dari empat orang.

Sebab, pada beberapa kasus kecelakaan upaya penyelamatan dengan memecahkan kaca perlu dilakukan. Misalnya, ketika mobil terperosok ke area yang penuh air, kemudian tenggelam atau kecelakaan parah yang membuat pintu tak bisa terbuka dan mesin mulai terbakar.

Dalam keadaan tenggelam, membuka pintu mobil akan sangat sulit dilakukan karena adanya tekanan air dari luar. Selain itu, orang-orang yang berada di dalam mobil tersebut dalam kondisi panik. Sehingga, meskipun upaya memecahkan kaca dapat dilakukan dengan berbagai peralatan, salah satunya adalah menggunakan pengait besi pada sabuk pengaman, namun hal itu terabaikan. Akhirnya, mereka pun terjebak di dalamnya.

Baca juga : Adu Banteng, Jenis Kecelakaan Paling Sering Terjadi

"Saya rasa ide bagus untuk mobil seperti minibus, Avanza, Xenia dan sejenisnya. Itu perlu juga karena jumlah penumpangnya bisa sampai tujuh orang, bahkan delapan orang jika dihitung dengan pengemudi. Atau perlu diregulasi kembali. Misalnya, untuk mobil berkapasitas penumpang lebih dari enam orang perlu alat pemecah kaca," kata Jusri saat dihubungi, Rabu (13/12/2017).

Mobil sedan yang terbakar di Jalan TB SimatupangSandro Gatra/Kompas.com Mobil sedan yang terbakar di Jalan TB Simatupang
Selama ini, menurut Jusri, adanya alat pemecah kaca pada kendaraan umum karena asumsinya adalah banyak orang di dalamnya kendaraan. Sehingga, ketika terjadi kecelakaan perlu memecahkan kaca agar para penumpang di dalamnya bisa segera keluar untuk menyelamatkan diri.

Namun melihat kondisi kekinian, di mana kapasitas pengangkutan mobil kerap dimaksimalkan, maka alat tersebut dinilai cukup relevan jika dimasukan sebagai salah satu alat dalam standar keselamatan pada kendaraan.

"Kalau di angkotan umum sudah menjadi standar kewajiban, tapi kalau di kendaraan pribadi belum ada semacam tersedianya palu untuk memecahkan kaca, karena catatan dari risiko tenggelam di air atau terbakar pada mobil kecil (bukan angkotan umum) relatif kecil, karena jumlah orangnya sedikit," kata Jusri.

Baca juga : Kematian akibat Kecelakaan di Indonesia Tertinggi di Dunia


EditorAzwar Ferdian
Komentar

Terkini Lainnya

Jadwal Uji Coba Perluasan Ganjil-Genap di Jakarta

Jadwal Uji Coba Perluasan Ganjil-Genap di Jakarta

News
Siasati Rasa Lelah saat Terjebak Macet

Siasati Rasa Lelah saat Terjebak Macet

Tips N Trik
Jika Pajak Sedan Turun, Mercy Belum Pasti Turun Harga

Jika Pajak Sedan Turun, Mercy Belum Pasti Turun Harga

News
Dimana Tempat Tes Psikologi untuk Pemohon SIM?

Dimana Tempat Tes Psikologi untuk Pemohon SIM?

News
Mercy Mau Langsung Rakit Mobil Listrik

Mercy Mau Langsung Rakit Mobil Listrik

News
Balik dari Kampung Halaman Jangan Tunggu 23 dan 24 Juni

Balik dari Kampung Halaman Jangan Tunggu 23 dan 24 Juni

News
Hari Pertama Simulasi Uji Psikologi SIM

Hari Pertama Simulasi Uji Psikologi SIM

News
Mercedes Pastikan Ikut GIIAS 2018

Mercedes Pastikan Ikut GIIAS 2018

News
Cek Tutup Radiator Sepeda Motor

Cek Tutup Radiator Sepeda Motor

Tips N Trik
Skutik Honda SH150i Menghilang

Skutik Honda SH150i Menghilang

News
Ingat, Ganjil-Genap Jakarta Sudah Berlaku Lagi

Ingat, Ganjil-Genap Jakarta Sudah Berlaku Lagi

News
Biaya Mudik Jakarta-Surabaya PP Pakai Datsun Cross

Biaya Mudik Jakarta-Surabaya PP Pakai Datsun Cross

Feature
Lorenzo Tanpa Beban Kejar Marquez

Lorenzo Tanpa Beban Kejar Marquez

Sport
Komentar Rossi buat Sang Murid, Galang Hendra

Komentar Rossi buat Sang Murid, Galang Hendra

Sport
Ganjil-Genap saat Asian Games Dibuat 15 Jam Sehari

Ganjil-Genap saat Asian Games Dibuat 15 Jam Sehari

News
Close Ads X