Dilarang Tegang Berpetualang Bersama Honda CRF150L

Kompas.com - 27/11/2017, 17:02 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Rasa pegal dan senyum sumringah masih mengecap di kepala saat mengingat lagi betapa berlumpurnya sesi test ride Honda CRF150L di Bandung, dua pekan lalu. Trek evakuasi di perbukitan Moko mungkin terasa terlalu berat buat amatir, namun dibantu kemampuan CRF150L, kini semua orang bisa mencicipi medan off-road.

Saya sendiri tidak terlalu berpengalaman melintasi trek off-road menggunakan sepeda motor. Terakhir kali saya berada di lintasan tanah menguji CRF150L usai peluncuran di Sirkuit Pagedangan, BSD City. Sebelumnya lagi pernah merasakan sirkuit yang sama menggunakan Kawasaki KLX 150 pada tahun lalu.

Test ride Honda CRF150L pada 14 - 15 November 2017.Astra Honda Motor (AHM) Test ride Honda CRF150L pada 14 - 15 November 2017.

Jalur test ride yang disediakan Astra Honda Motor di bukit Moko sering dilintasi komunitas motocross di Bandung. Jalur yang dipilih bukan yang terberat ataupun paling enteng, tapi level dua menuju tiga, kata Devi dari Trabas Bandung.

Semua biker menggunakan perlengkapan lengkap, mulai dari baju, helm, kacamata, sepatu, serta pelindung badan di badan, tangan, dan kaki. Seluruh perlengkapan itu lumayan berat, jika tidak biasa bikin badan cepat pegal, namun fungsinya sangat melindungi dari ancaman ranting, batang pohon, dan batu, apalagi ketika jatuh ketiban motor.

Test ride Honda CRF150L pada 14 - 15 November 2017.Astra Honda Motor (AHM) Test ride Honda CRF150L pada 14 - 15 November 2017.

Petualangan Dimulai

Perjalanan dimulai santai, CRF150L kami bawa naik-turun bukit melintasi permukaan jalan yang sebagian aspal namun sebagian lagi sudah rusak berlubang. Walau kondisi jalan tidak terlalu bagus karena banyak kerikil berserakan dan batu besar, jerawat di jalan itu tidak terasa buat suspensi depan dan belakang.

Pelek depan 21 inci dan belakang 18 inci di CRF150L ukurannya pas buat lintasan off-road.  Kedua pelek itu dibungkus ban kembang tahu standar tipe menggunakan ban dalam. Spesifikasi itu bantu bikin pede main injak-injak jalan jelek. Masalahnya hanya posisi berkendara yang tinggi bikin manuver agak rumit, apalagi begitu ketemu jalan halus tapi permukaannya licin.

Test ride Honda CRF150L pada 14 - 15 November 2017.Astra Honda Motor (AHM) Test ride Honda CRF150L pada 14 - 15 November 2017.

Buat saya setinggi 168cm dan berat 65 kg, masih jinjit lumayan sulit waktu duduk di atas CRF150L. Tipikal bokong model trail yang amblas ketika ditunggangi bikin biker yang lebih berbobot lebih menapak saat duduk.

Baca: Spesifikasi Lengkap Honda CRF150L

Ujian sebenarnya buat CRF150L sekaligus para biker ada di etape kedua yang dijalani setelah istirahat pertama. Di rute ini rombongan mulai masuk hutan dengan pemandangan pohon pinus. Jalur yang dipakai sudah sering dilintasi bolak-balik komunitas motocross di Bandung, namun tetap saja buat yang baru pertama kali rasanya tidak bisa dibilang enteng.

Test ride Honda CRF150L pada 14 - 15 November 2017.Astra Honda Motor (AHM) Test ride Honda CRF150L pada 14 - 15 November 2017.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.