Honda Bisa Ditendang dari F1 - Kompas.com

Honda Bisa Ditendang dari F1

Kompas.com - 05/09/2017, 16:22 WIB
Pebalap McLaren-Honda, Fernando Alonso, sedang sesi latihan kedua GP Spanyol di Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol, Jumat (12/5/2017).AFP/LLUIS GENE Pebalap McLaren-Honda, Fernando Alonso, sedang sesi latihan kedua GP Spanyol di Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol, Jumat (12/5/2017).

Tokyo, KompasOtomotif – Honda takut tak bisa berbuat banyak untuk meyakinkan McLaren soal kelanjutan hubungan di Formula 1. Kendati demikian, pabrikan asal Jepang itu menyatakan tidak akan berhenti mencoba dengan segenap kemampuan yang ada.

McLaren diperkirakan siap membuat keputusan akhir mengenai masa depan bersama Honda minggu ini. Hubungan tim dan pemasok mesin itu dikabarkan sedikit renggang, setelah performa dalam balapan belum dapat diandalkan.

Jika nanti McLaren memutuskan tidak bisa melanjutkan dengan pasangan mesinnya saat ini, dan Toro Rosso memilih untuk tetap bertahan dengan Renault, Honda akan dipaksa keluar dari gelanggang F1.

Meksi begitu, terlepas dari ketidakpastian, Honda sudah melakukan segala upaya perbaikan dengan rencana pengembangan agresif yang menghasilkan upgrade mesin. Seri balap di Spa (Belgia) dan Monza (Italia) mendatang akan menjadi ajang pembuktian.

Baca: Tampilan ?Jet Darat? Mobil Balap F1 2025

"Kami masih berusaha membuat performa bagus untuk meyakinkan mereka (McLaren), tapi saya tidak yakin itu akan cukup. Honda tidak pernah menyerah untuk menjaga kolaborasi ini," kata Honda Formula 1 Chief, Yusuke Hasegawa, dilansir Motorsport, (5/9/2017).

Sebenarnya Honda sudah lebih percaya diri dengan peningkatan performa yang telah diperkenalkannya dalam beberapa seri F1 baru-baru ini.

Sejak balapan di Austria, awal Juli 2017 lalu, ”mesin spek 3” sudah diturunkan, dan perkembangannya menurut Hasegawa sangat menggembirakan.

McLaren-Honda akan kembali memilih terkena penalti di Spa dan Monza agar lolos di Singapura, trek yang dirasa cocok buat mobil. Penggunaan mesin spek 3 merupakan komponen kelima yang digunakan sepanjang musim ini, dan semua pebalap harus mundur lima grid dari hasil kualifikasi.

”Kami merasa yakin akan performa di Singapura, dan kami memutuskan bahwa mesin saat ini akan dibawa ke sana. Akan ada pembaruan sejumlah setelan, tetapi tidak bisa merombak banyak di Singapura,” ujar Hasegawa.


EditorAgung Kurniawan
Komentar

Terkini Lainnya

Seberapa Jauh Ban Kempis Bisa Dipakai?

Seberapa Jauh Ban Kempis Bisa Dipakai?

Tips N Trik
Mengerti Bedanya Berhenti dan Parkir

Mengerti Bedanya Berhenti dan Parkir

Tips N Trik
Tes Psikologi Saat Pengurusan SIM, Ada Tambahan Biaya?

Tes Psikologi Saat Pengurusan SIM, Ada Tambahan Biaya?

News
Ini Tujuan Tes Psikologi buat Pemohon SIM

Ini Tujuan Tes Psikologi buat Pemohon SIM

News
Penjelasan Polisi Terkait Sistem Satu Arah Arus Balik Lebaran

Penjelasan Polisi Terkait Sistem Satu Arah Arus Balik Lebaran

News
Mulai 25 Juni, Bikin dan Perpanjang SIM Pakai Tes Psikologi

Mulai 25 Juni, Bikin dan Perpanjang SIM Pakai Tes Psikologi

News
China Sudah Punya Tiruan Suzuki Jimny

China Sudah Punya Tiruan Suzuki Jimny

News
'Mas, Ini Bapaknya Ketinggalan di Rest Area'

"Mas, Ini Bapaknya Ketinggalan di Rest Area"

Feature
Daftar Motor Ekspor Terlaris dari Indonesia

Daftar Motor Ekspor Terlaris dari Indonesia

News
Dampak Negatif Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah saat Arus Balik

Dampak Negatif Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah saat Arus Balik

Feature
Kembali ke Jakarta Pakai Motor Sport, Periksa Bagian Ini

Kembali ke Jakarta Pakai Motor Sport, Periksa Bagian Ini

Tips N Trik
Rossi Kecewa Hasil Tes di Barcelona

Rossi Kecewa Hasil Tes di Barcelona

Sport
Tarif Tol JORR Batal Naik

Tarif Tol JORR Batal Naik

News
Wajah MPV Renault Pesaing Datsun GO

Wajah MPV Renault Pesaing Datsun GO

News
10 Langkah Antisipasi Kecelakaan Berkendara

10 Langkah Antisipasi Kecelakaan Berkendara

Feature
Close Ads X