Pasar Amerika Mulai Menggoyang Merek Jepang

Kompas.com - 07/04/2017, 07:02 WIB
Toyota Amerika. NikkeiToyota Amerika.
|
EditorAgung Kurniawan

Tokyo, KompasOtomotif – Pebisnis roda empat mulai menghadapi perubahan iklim di Amerika Serikat (AS), pasar terbesar kedua di dunia. Menurut laporan Goldman Sachs, perusahaan multinasional AS yang bergerak di sektor keuangan (financing company), tantangan besar (Perfect Storm) mulai melanda pasar otomotif di sana.

Perfect storm tersebut berupa penjualan mobil baru yang menurun, diskon penjualan, serta merosotnya harga jual mobil bekas. Seluruhnya bakal menyebabkan masalah besar untuk bisnis mobil ke depan.

Mengutip Nikkei, Kamis (6/4/2017) bahkan badai tersebut sudah mencapai pantai-pantai Jepang, di mana Toyota Motor, Nissan Motor dan Honda Motor, yang membukukan harga saham terendah sepanjang tahun pada Rabu (5/4/2017). Mereka mulai mengoreksi laba operasi untuk proyeksi tahun fiskal 2018.

Kondisi ini digambarkan sebagai amukan badai yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana faktornya adalah menurunnya harga jual mobil bekas dan kebijakan perdagangan yang dihembuskan pemerintah Trump.

Penjualan mobil di AS pada Maret turun 2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. AS merupakan pasar yang penting bagi produsen Jepang. Negara ini diproyeksi menyumbang 32 persen dari keseluruhan penjualan Toyota di fiskal 2017, 37 persen untuk Nissan, dan 40 persen buat Honda.

Amerika Utara (termasuk Kanada) juga memberikan kontribusi besar untuk profitabilitas perusahaan-perusahaan Jepang tersebut, yang didapat dari margin tinggi penjualan truk pikap dan SUV, di mana tercatat lebih dari 60 persen dari pasar AS. Permintaan yang flat, membuat diskon meningkat di antara penjual. Rata-rata potongan harga pada Maret meningkat 15 persen, menjadi 3.563 dolar AS atau Rp 47 jutaan.

Penurunan harga mobil bekas juga mengkhawatirkan produsen. Pasalnya itu merupakan sinyal bahwa itu akan membuat masyarakat kesulitan untuk membeli mobil pengganti (mobil baru), sehingga menyeret turun penjualan mobil baru.

Namun, perusahaan Jepang menunjukkan tanda-tanda kehidupan di rumahnya sendri, termasuk di segmen mobil kecil, di mana naik untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Kemudian di enam pasar utama Asia Tenggara, penjualan Februari mobil baru melonjak 13 persen year-on-year, berkat meningkatnya pendapatan masyarakat. Jika produsen Jepang mampu menangkap booming permintaan di negara berkembang,  akan membantu menopang keuntungan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X