Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Blue Bird Bersaing dari Gempuran Taksi "Online"

Kompas.com - 16/01/2017, 08:43 WIB
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif - PT Blue Bird Tbk, cukup resah dengan rencana pemerintah merevisi regulasi kubikasi mesin taksi dari 1.200cc ke atas menjadi 1.000cc. Keputusan ini praktis mempermudah akses para aktivis taksi online mendapatkan kendaraan operasional, karena bisa menggunakan mobil murah (low cost and green car/LCGC).

Baca juga : Ungkapan Kritis Blue Bird soal Revisi Taksi "Online"

Meski demikian, General Manager Used Car Division Blue Bird Hery Sigiarto, menjelaskan pihaknya akan tetap berusaha memberikan layanan yang terbaik bagi konsumen sebagai usaha untuk bersaing.

"Kalau dibilang terganggu sudah pasti, tapi gini, kami punya standar dalam hal kualitas dan pelayanan, kami fokus pada dua hal itu. Ini bisa jadi barometer konsumen untuk memilih," papar Hery saat berbincang dengan KompasOtomotif di Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (13/1/2017).

Baca juga : Menanti Lampu Hijau LCGC untuk Taksi "Online"

Menurut Hery, Blue Bird memiliki jam terbang dan kualitas yang cukup tinggi. Dengan kedua hal tersebut, perusahaannya mampu memberikan layanan terbaik bagi konsumen, bukan hanya dari kendaraan tapi juga kualitas pengendara yang melayani.

"Mereka (taksi online) banyak yang tarik driver kami, tapi kami tetap mengusai basic bisnis training untuk melatih pengendara. Bagaimana memberikan layanan, berkendara, menangani masalah, dan lainnya. Untuk kami, jasa transportasi ini bisnis jangka panjang, jadi kami berupaya maksimal," ucap Hery.

Ghulam/Otomania Fasilitas servis berkala di bengkel Blue Bird yang sudah standar bengkel resmi.

Dari sisi fasilitas, lanjut Hery, semua kendaraan yang digunakan harus terjamin kondisi mesin serta sistem keselamatannya. Bahkan Blue Bird sudah berinvestasi besar mendirikan bengkel untuk melakukan perawatan armada kendaraan agar tetap prima saat digunakan.

"Seperti yang saya bilang sebelumnya, nanti konsumen sendiri yang akan memilih. Mungkin ada yang pilih kami dan pilih lain (online), tapi kami tetap berusaha survive," kata Hery.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.