Kompas.com - 11/01/2017, 07:42 WIB
Penulis Stanly Ravel
|

Jakarta, KompasOtomotif — Sistem tilang online alias e-tilang sudah mulai diberlakukan. Para pelanggar lalu lintas akan diberi slip biru untuk langsung dibayarkan ke bank tanpa harus hadir di pengadilan.

Pertanyaannya, kenapa pelanggar langsung dikenakan besaran denda maksimal? Menjawab hal ini, Brigjen (Pol) Indrajit selaku Wakil Kepala Korps Polisi Lalu Lintas (Wakakorlantas) menerangkan bahwa sistem tersebut diterapkan karena adanya perbedaan jenis pelanggaran.

"Kalau denda minimum diterapkan ternyata dengan putusan dari pengadilan berbeda, siapa yang bayar. Contoh, si pelanggar bayar Rp 100.000, ternyata setelah diputuskan Rp 150.000, siapa yang akan bayar sisanya? Karena itu, kami berikan denda maksmial," ucap Indrajit saat berbincang dengan KompasOtomotif di Jakarta, Senin (9/1/2017).

Namun, lanjut Indrajit, bila amar putusan sudah turun dari pengadilan, dan terdapat sisa uang dari denda maksimal yang dibayarkan si pelanggar, maka uang itu akan langsung dikembalikan ke rekening yang bersangkutan.

Tabel denda

Hal senada juga diutarakan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto. Menurut Budiyanto, amar putusan sepenuhnya merupakan kewenangan pengadilan.


"Kami terapkan ancaman maksimal sesuai dengan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009. Nantinya, saat pengadilan menentukan besaran denda dan ternyata ada sisa akan dikembalikan. Jadi vonis itu sepenuhnya tergantung pada hakim, kami hanya menindak," ucap Budiyanto saat dihubungi KompasOtomotif, Selasa (10/1/2017).

Sayangnya, sistem tersebut dianggap masih mengalami kendala, misalnya tidak semua orang mempunyai uang lebih saat ditilang. Guna mengatasi hal ini, polisi berencana untuk menetapkan tabel denda tilang.

"Rencana tabel denda mengarah pada efektivitas sistem e-tilang. Nantinya ada penetapan nominal besaran denda. Sampai saat ini memang belum terlaksana, kami masih menunggu respons," kata Budiyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.