Nissan Kejar Status Bebas Emisi dan Kecelakaan

Kompas.com - 06/01/2017, 17:23 WIB
Nissan Leaf.  SAM bekerja melalui teknologi Artificial Intelligence, dimana teknologi ini berpotensi untuk mempercepat tibanya masa jutaan kendaraan swakemudi dapat saling mendukung dengan manusia yang mengemudikannya.. Nissan Motor IndonesiaNissan Leaf. SAM bekerja melalui teknologi Artificial Intelligence, dimana teknologi ini berpotensi untuk mempercepat tibanya masa jutaan kendaraan swakemudi dapat saling mendukung dengan manusia yang mengemudikannya..
|
EditorAgung Kurniawan

Las Vegas, KompasOtomotif – CEO Nissan Carlos Ghosn mengumumkan berbagai terobosan teknologi dan kerjasama baru sebagai bentuk penjabaran visi Nissan Intelligent Mobility (NIM). Visi itu diutarakan ketika dia menjadi pembicara utama di Consumer Electronic Show (CES) 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat (5/1/2017).

Visi NIM akan mengubah bagaimana mobil dikendarai, ditenagai, dan diintegrasikan ke dalam kehidupan masyarakat lebih luas. Teknologi dalam NIM akan mempercepat hadirnya masa depan yang sesuai dengan tujuan Nissan, yaitu emisi dan kecelakaan nol (Zero-Emission, Zero-Fatality).

”Sejak awal, Nissan bekerja untuk mengembangkan teknologi yang tepat demi memenuhi seluruh spektrum model kendaraan kami. Nantinya, itu akan dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin kalangan,” ujar Carlos Ghosn.

Ghosn menambahkan bahwa hal ini membutuhkan lebih dari sekedar inovasi, melainkan kecerdikan. Inilah yang hendak Nissan hadirkan melalui NIM.

Nissan Motor Indonesia CEO Nissan, Carlos Ghosn, mengumumkan berbagai terobosan teknologi dan kerjasama baru sebagai bentuk penjabaran visi Nissan Intelligent Mobility, saat tampil sebagai pembicara utama di Consumer Electronic Show (CES) 2017.
Berikut lima papara kunci masa depan Nissan oleh Ghosn:

1. Terobosan teknologi Seamless Autonomous Mobility (SAM), dikembangkan dari teknologi NASA. Teknologi ini dapat mempercepat waktu yang diperlukan Nissan untuk menguji kendaraan-kendaraan swakemudi miliknya.

SAM bekerja melalui teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang ada pada kendaraan, dengan dukungan manusia, teknologi ini memungkinkan kendaraan swakemudi membuat keputusan dalam situasi tak terduga serta membangun ingatan dan pengetahuan.

Teknologi ini memiliki potensi besar untuk mempercepat tibanya masa di mana jutaan kendaraan swakemudi dapat saling mendukung dengan manusia yang mengemudikannya. Ini adalah bagian dari Nissan Intelligent Integration.

2. Uji coba kendaraan swakemudi untuk keperluan komersial di Jepang. Nissan bekerjasama dengan DeNA – perusahaan internet terkemuka Jepang, akan memulai uji coba pertama pada tahun ini di beberapa lokasi terpilih di Jepang, fokus pada pengembangan teknologi.

Ghosn mengatakan uji coba ini akan membawa strategi swakemudi Nissan selangkah lebih maju. Pada 2020 kelak, Nissan dan DeNA akan memperluas ruang lingkup uji coba ke daerah metropolitan Tokyo.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X