Tips Aman Lintasi Tanjakan "Off-road" buat Pemula

Kompas.com - 17/11/2016, 10:01 WIB
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif –Kondisi jalan tidak selamanya mulus, kadang pengemudi juga harus berhadapan dengan permukaan tidak rata mulai dari kadar ringan sampai menjurus off-road. Beda seperti di aspal, berkendara di medan off-road membutuhkan mengemudi dengan cara pandang lain.

Misalnya, Anda berkunjung ke daerah pedalaman di wilayah perbukitan, lantas menemukan tanjakan curam dengan kondis tanah lunak plus berbatu. Dalam pandangan safety driving, kurang benar jika Anda langsung melintasinya tanpa perhitungan, apalagi jika situasi jalan ditambah malam hari dan hujan.

Menurut Momon S Maderoni, Konsultan dari Indonesia SmartDrive, saat dimintai tips berkendara aman melintasi rintangan seperti itu menjelaskan setidaknya ada tiga hal yang harus diketahui pengemudi. 

Pertama, jika sampai tidak yakin, pengemudi sebaiknya turun dari mobil buat melihat kondisi jalan lebih dekat. Dari situ penilaian bisa lebih sesuai dengan kemampuan kendaraan, plus menambah keputusan lebih akurat.

Hal yang perlu dipertimbangkan, kondisi permukaan jalan, pijakan ban, titik-titik awal pedal gas diinjak, posisi bodi kendaraan, dan sebagainya.

Kedua, pengemudi wajib tahu spesifikasi kendaraan yang dikemudikan. Beberapa hal yang wajib diketahui, penggerak depan, belakang, atau semua roda dan ground clearance. Tidak kalah penting, besaran tenaga dari mesin berikut torsi.

Khusus untuk torsi, potensi ini yang paling berguna untuk menanjak, perlu dipahami kapan torsi berada di puncak putaran mesin. Momon mengatakan asumsi yang salah kalau mengira jika pedal gas ditekan makin dalam maka torsinya semakin besar sebab kurva torsi menurun setelah mencapai puncak.

Poin ketiga masalah kemudi. Mudah sekali kehilangan arah kemudi saat melintasi off-road. Salah satu cara mengatasinya dengan mengingat berapa kali kemudi telah diputar ke kanan atau kiri.

"Saat di off-road istilah saya maintain power, kapan gas kapan tidak, itu banyak korelasinya dengan pengalaman. Kunci utama di roda depan, kalau dapat yang lain bisa ngikut. Melintasi medan off-road itu bisa main hajar saja tapi kan tidak ada konsep safety-nya. Kalau bisa mengandalkan traksi kenapa harus ngebut? papar Momon, Sabtu (12/11/2016). 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.