Laporan Langsung dari Paris, Perancis

Gairah Renault di Pasar Asia

Kompas.com - 21/07/2016, 10:06 WIB
EditorAzwar Ferdian

Paris, KompasOtomotif - Pabrikan asal Perancis, Renault, punya sejarah panjang dan nama besar di industri otomotif, tapi tidak di Asia. Pertumbuhan pasar Asia, sudah dipantau oleh hampir semua pabrikan, dan kini Renault mulai melihat benua ini sebagai pasar penting yang harus diperhatikan dengan seksama.

Beberapa tahun belakangan, atau sejak 2010, ada perubahan besar yang terjadi dengan Renault. Renault memiliki 43,4 persen saham di Nissan, dan Nissan memiliki 15 persen saham di Renault. Renault juga memiliki 50 persen saham di joint ventura Renault-Nissan b.v., yang didirikan untuk memanajemen sinergi di aliansi Renault-Nissan.

Perusahaan ini bertanggung jawab atas manajemen dua perusahaan patungan ini, RNPO (Renault Nissan Purchasing Organization) dan RNIS (Renault-Nissan Information Services).

Kerja sama Renault dan Nissan ini membawa perubahan mendasar buat Renault. Paling kentara terlihat dari deretan produk yang ditawarkan Renault kini sudah menjamah masuk ke pasar-pasar penting di luar Eropa, khususnya Asia.

"Asia adalah wilayah yang penting buat kami. Renault sudah sangat berkembang di Korea Selatan, dan kami memiliki pabrik di sana. Lalu China, sejak Februari lalu kami juga sudah membuka fasilitas perakitan di sana. India juga termasuk, meskipun kami menempatkan India ke dalam regional Timur Tengah. Ini menunjukan bahwa kami serius dengan pasar Asia," jelas Susan Tan, Direktur Komunikasi Renault Asia Pasifik, saat berbincang dengan KompasOtomotif, di Paris, Rabu (20/7/2016).

Renault Indonesia Renault Duster 4X4 saat menerabas genangan air yang cukup tinggi.

Model-model yang ditawarkan Renault saat ini pun merujuk buat pasar Asia. Memang, Susan menambahkan, tiap negara di Asia punya karakter konsumen yang sangat beragam. Tapi, Renault sudah mempelajari itu dan diharapkan model yang ditawarkan bisa cocok dengan konsumen Asia.

Indonesia
Indonesia belum menjadi pasar utama Renault di Asia. Susan menjelaskan, perkembangan industri otomotif di Indoensia memang sangat besar. Hanya saja masih dikuasai oleh pabrikan asal Jepang.

"Renault di Indonesia belum terlalu besar, dan kami menyadari bahwa Indonesia sangat punya potensi buat tumbuh. Kami beruntung punya partner Nissan di Indonesia, yang bisa dimanfaatkan secara jaringan untuk memperkenalkan brand Renault kepada konsumen Indonesia," lanjut perempuan asal Malaysia ini.

Dalam waktu dekat, Susan melanjutlan, Renault Indonesia bakal memperkenalkan model-model yang dirasa cocok dengan karakter pasar otomotif nasional. Dengan bertambahnya deretan line-up tersebut, diharapkan bisa makin meningkatkan performa Renault Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.