Tugas Berat IOI untuk Kemajuan Otomotif Nasional

Kompas.com - 20/05/2016, 16:52 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Selain Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Indonesia kini memiliki satu lembaga lagi yang bergerak di bidang industri kendaraan bermotor, yakni Institut Otomotif Indonesia (IOI). Meski baru diresmikan, Jumat (20/5/2016) di Kementerian Perindustrian, namun IOI sudah menggendong tugas berat.

I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), menjelaskan, banyak tantangan yang harus dihadapi dan dibenahi oleh IOI. Paling utama, mengenai kesepakatan internasional, seperti WTO dan terakhir pembahasan kendaraan ramah lingkungan.

“Kalau tantangan internasional kita harus menyiapkan SDM dan komponen yang baik serta bisa bersaing karena kalau kita bicara industri otomotif, kita juga bicara industri pendukungnya, karena jarang sekali pabrik mobil mengerjakan komponennya sendiri, pasti dia ada yang di luar. Kalau kita tidak menyediakan industri komponen dan SDM yang baik, maka pertumbuhan industri otomotif itu akan dimanfaatkan orang lain,” ujar Putu usai acara peresmian IOI di Kementerian Perindustrian, Jumat (20/5/2016).

Putu melanjutkan, tantangan kedua yang harus dibenahi adalah mengenai isu lingkungan. Sebab, sekarang ini Indonesia juga sudah mulai dituntut mengenai kendaraan rendah emisi. Caranya, sama-sama mencari potensi dari berbagai pihak untuk menciptakan teknologi ramah lingkungan pada mobil.

“Sekarang ini sudah banyak seperti perguruan tinggi yang membuat tugasnya motor atau mobil listrik. Mereka yang seperti itu harus kita arahkan menjadi industri, sebab jangan hanya dibuat untuk tugas akhir saja, melainkan dikembangkan agar bisa membuat industri otomotif Indonesia berkembang di masa mendatang,” kata Putu.

Di tempat sama, President IOI I Made Dana Tangkas, menambahkan dalam membuat kendaraan itu membutuhkan ribuan komponen yang sifatnya dari hulu sampai ke hilir. Oleh sebab itu, agar bisa bersaing, maka industri komponen di Indonesia harus bisa menghasilkan produk berkualitas tinggi.

“Langkah kita adalah untuk memberikan edukasi kepada para suplayer dan bagaimana kita bisa memberi nilai tambah terhadap berbagai SDM yang ada di Indonesia,” ucap Made.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.