Kompas.com - 04/02/2016, 14:28 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Pesan berantai yang sempat beredar lewat aplikasi chatting ponsel menyebut karyawan Ford Motor Indonesia (FMI) ambil bagian dalam unjuk rasa sekitar 20.000 buruh ke Istana Negara yang akan digelar pada Sabtu (6/2/2016). Hal itu tidak benar.

“Kalau karyawan Ford bukan anggota kita, jadi kemungkian tidak akan ikut,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, mengonfirmasi via telepon, Kamis (4/2/2016).

Rumor yang beredar tentang FMI bisa jadi karena pernyataan resminya pada 25 Januari terkait keputusan stop beroperasi pada paruh kedua 2016. Peran FMI sebagai wakil Ford di Indonesia dan pengimpor mobil lantas mitra diler yang menjual ritel.

FMI yang selama ini bergerak tanpa aset akan memberlakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) buat sekitar 35 karyawan.  

Keputusan penutupan operasi Ford di Indonesia dikaitkan dengan Panasonic dan Toshiba yang berencana menutup pabrik masing-masing di Cikarang, Jawa Barat, pada Maret mendatang. Sekitar 2.500 karyawan anggota KSPI yang bekerja di kedua perusahaan elektronik itu dikatakan kena PHK.

Keprihatinan atas begitu banyak anggota KSPI yang berhenti bekerja jadi salah satu alasan demonstrasi digelar. Said mengatakan ada dua tuntutan, yaitu negara harus bertindak agar tidak semakin banyak PHK dan mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.