Menjajal "Mesin Lama-Bodi Baru" All-New Pajero Sport

Kompas.com - 22/01/2016, 15:51 WIB
Menjajal mesin dan transmisi lama pada bodi baru All-New Pajero Sport. Febri Ardani/KompasOtomotifMenjajal mesin dan transmisi lama pada bodi baru All-New Pajero Sport.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – All-New Pajero Sport akan meluncur sepekan lagi, namun Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sudah menggelar sesi test drive lebih dulu untuk kalangan komunitas dan jurnalis pada Rabu (20/1/2016). Buat KompasOtomotif sesi uji berkendara ini yang kedua setelah sempat mengenal lebih dekat generasi kedua Pajero Sport pada Oktober lalu di Jepang.

Bedanya, unit uji sekarang sudah spesifikasi Indonesia jadi impresinya bisa lebih pas. Selain itu trek yang dilalui juga lain, kini dilakukan di salah satu lahan dekat restoran Segarra, di Ancol, Jakarta Utara.

KTB menyediakan lintasan khusus yang sepertinya ingin setiap pengemudi mengetes ketangkasan. Lebar trek tidak muat dua bodi Pajero Sport, permukaan jalan tanah berumput dengan kondisi “botak” sana-sini, dan permukaan jalan sama sekali tidak rata yang bisa menunjukan situasi jalan Indonesia sebenarnya. Setelah keluar lintasan penguji boleh merasakan permukaan aspal di jalan sekitar.

All-New Pajero Sport bakal ditawarkan empat varian semuanya bermesin diesel, yaitu GLX 2.5L 4WD Manual, Exceed 2.5L 4X2 Otomatis 5-percepatan, Dakar 2.4L 4X2 Otomatis 8-percepatan, dan Dakar 2.4L 4WD Otomatis 8-percepatan.

Febri Ardani/KompasOtomotif Mesin baru Mitsubishi All-New Pajero Sport, 4N15 4-silinder 2.4L MIVEC turbo bertenaga 178 tk @3.500 rpm dan torsi 430 Nm @2.500 rpm, Terdapat dua pilihan transmisi, manual 6-percepatan dan otomatis 8-percepatan.
Mesin baru, 4N15 MIVEC 2.4L turbo (178 tk dan 430 Nm), sudah pernah dicoba sebelumnya. Kali ini biar tidak lagi penasaran, varian yang dipilih mesin dan transmisi lama dalam “cangkang” baru, Exceed 2.5L. Di atas kertas tenaga mesin ini lebih rendah, yakni 134 tk @4.000 rpm dan torsi 324 Nm @2.000 rpm.

Febri Ardani/KompasOtomotif Konsol tengah (kiri) dan panel instrument pada All-New Pajero Sport Exceed.
Kesan beda di kabin Exceed dibanding Dakar bisa dilihat dari absennya tombol-tombol, misalnya tombol pengaturan multi-information display pada kemudi, traction control dekat kaki kanan pengemudi, serta hill assist, rem parkir elektronik, dan tombol putar Super Select 4WD II pada konsol tengah. Rasanya Exceed lebih “sepi” daripada Dakar.
Febri Ardani/KompasOtomotif Interior All-New Pajero Sport Exceed.

Manuver penurut

Saat dicoba di lintasan dengan kecepatan 30 – 45 kpj, gaya pengendalian Exceed sama enaknya dengan Dakar. Satu hal yang patut diapresiasi adalah seting suspensi yang empuk tapi solid melibas tikungan.

Kondisi lintasan yang sempit menuntut gerakan kemudi lebih cepat, menariknya counter gerakan kanan-kiri sangat mudah dilakukan. Sesekali, sebab tidak ada traction control, bagian belakang mobil kesannya mau mendahului saat pedal gas dibuka lebar begitu keluar tikungan. Namun tidak ada kekhawatiran karena karakternya penurut.

Impresi yang dirasakan, seluruh bodi bergoyang saat melewati jalan yang rusak tapi bagian kaki-kaki tetap menempel ke bumi. Tidak terasa sebenarnya Exceed seberat 1.910 kg -lebih ringan 25 kg dibanding Dakar 4X2.

Jalan aspal

Keluar lintasan off-road, test drive lanjut ke jalan aspal sekitar Ancol. Di area ini baru bisa merasakan lebih detail sektor mesin. Meski tingkat kekedapan kabin diklaim sudah ditingkatkan, suara raungan dari kap mesin terdengar jelas setiap kali mobil dipacu lebih kencang.

Kalau sudah coba varian Dakar dengan transmisi otomatis 8-percepatan, pasti paham pada Exceed tarikan “nafas” jelas lebih pendek. Hentakan setiap kali gas dibuka lebar ketika gigi diturunkan masih ada. Catatan, Exceed menggunakan pelek 16 inci sedangkan Dakar 18 inci.

Febri Ardani/KompasOtomotif All-New Pajero Sport Exceed.
Kesimpulan

Exceed sebagai varian tengah All-New Pajero Sport menawarkan desain baru buat konsumen yang belum mau move on dari mesin lama. Buat konsumen lama yang mau upgrade Pajero Sport mungkin Exceed adalah pilihan terbaik karena profil mesin tidak berubah hanya saja kemasannya baru.

Satu hal lagi, bila anda menemukan All-New Pajero Sport sedang berbaris, ada dua cara mudah membedakan mesin lama dengan mesin baru. Pertama, mesin diesel lama punya bau lebih menyengat yang terasa ketika kita berada di dekatnya dan kedua suaranya lebih kencang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X