Kata Rifat Sungkar soal Pajero Sport

Kompas.com - 21/01/2016, 13:38 WIB
Rifat Sungkar bicara soal Mitsubishi All-New Pajero Sport. Febri Ardani/KompasOtomotifRifat Sungkar bicara soal Mitsubishi All-New Pajero Sport.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Meski statusnya sebagai brand ambassador Mitsubishi Indonesia, pereli nasional Rifat Sungkar punya banyak pengalaman dengan Pajero Sport. Pria yang sudah dikaruniai dua orang anak ini memiliki varian Dakar 4WD selama empat tahun, sekarang ia berkomentar soal model “All-New” yang siap diluncurkan di Indonesia.

Rifat mengatakan sudah mengintimi dengan generasi kedua Pajero Sport saat proses pengambilan film untuk kebutuhan Mitsubishi Indonesia. Kesan yang dia ungkap All-New Pajero Sport benar-benar mobil baru.

Febri Ardani/KompasOtomotif Rifat Sungkar berposer bersama generasi pertama (kiri) dan generasi kedua Mitsubishi All-New Pajero Sport.
Selain paham soal Pajero Sport, Rifat juga tahu banyak soal model Mitsubishi yang lain. Hampir semua model ia pernah coba, mulai dari mobil kota Mirage, crossover Outlander, hingga sang legendaris jagoan reli sedan Evolution. Menurut dia, rasa mengendarai All-New Pajero Sport tidak bisa disamakan dengan model Mitsubishi lainnya.

“Semua konstruksinya diganti, ini bukan mobil yang dikembangkan dari model lama, tapi benar-benar mobil baru. Suspensi yang buat Pajero Sport seperti jadi mobil lain,” kata Rifat saat Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menggelar sesi uji berkendara singkat All-New Pajero Sport di Ancol, Jakarta, Rabu (20/1/2016).

Suspensi

Sistem peredam kejut All-New Pajero Sport menopang dua hal, yaitu kenyamanan optimal buat penumpang di kabin dan handling prima di berbagai kondisi jalan. Bukan hanya suspensi yang diganti, melainkan juga sebagian besar konstruksi rangka diperkuat agar bodi lebih ringan dan dinamis.

“Saya waktu syuting itu kan sudah coba, ini mobil empuk banget waktu dicoba lewat lubang segala macam enggak nemuin batas akhir batas bawahnya, sampai mentok. Travel suspensinya boleh juga,” ulas Rifat.

Performa

Salah satu ciri Dakar 4WD model lama, kata Rifat, yakni tenaga dan torsi besar dari mesin 4D56 2.5L yang sanggup bikin hentakan besar kalau pedal gas ditekan. Pada generasi kedua dengan mesin baru 4N15 MIVEC 2.4L tenaga dan torsi lebih besar lagi, tetapi hasilnya minim hentakan karena sekarang memakai transmisi otomatis 8-percepatan.

“Berhubung Dakar yang lama sudah powerfull, ini lebih powerfull lagi. Noise-nya ga ada. Kenapa mesinnya enggak terlalu menghentak, enggak berasa kencang, karena giginya dibagi delapan. Orang bilang lebih kencang Dakar lama, saya udah tes drag race 0 – 100 kpj, mobil ini (All-New Pajero Sport) selalu di depan ¾ bodi,” ujar Rifat.

Transmisi 8-percepatan mengubah gaya mengemudi. Rifat bilang, pada Dakar 4WD model lama, saat tenaga sedang kendur lantas gas mulai dibuka terjadi hentakan karena turbo mulai bekerja. Tetapi, pada model baru gejala itu berkurang, setiap tenaga mengendur masih dalam rentang rpm turbo aktif. Sehingga, begitu gas dibuka hentakannya minim, malah membantu akselerasi lebih halus.

“Nah, sekarang tiap kali tenaga drop masih di rentang turbo aktif jadi enggak berasa hilang dan tidak ada hentakan. Kalau di mobil reli dulu ini namanya anti-lag system. Kalau yang ini ‘disentil’ sedikit sudah dapat gigi yang pas,” urai Rifat.

Menurut Rifat lagi, pada tahap awal, penetrasi Pajero Sport baru dengan desain modern tidak bisa langsung diterima sepenuhnya di kalangan pemilik model lama. Beberapa hal yang jadi perhatian, image Pajero Sport dekat dengan Triton yang punya kesan tangguh dan kaku, terlalu cinta dengan desain lama, dan usia dewasa di atas 40 tahun yang susah terima perubahan.

“Tetapi, ini cuma masalah waktu saja, nanti kelamaan hilang karena cepat atau lambat semua mobil Mitsubisihi akan begini,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X