Ambisi Jadi Raja, Jamah All-New Jazz Ini Jadi Radikal

Kompas.com - 23/05/2015, 17:47 WIB
Banyak aplikasi Febri ArdaniBanyak aplikasi "motorized".
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif – Pemuda asal Surabaya Sandy Sieto datang ke final Jazz Tuning Contest (JTC) 2015 di Jakarta dengan ambisi membara. Tekadnya hanya satu, merebut gelar prestisius The King JTC tahun ini. Ambisi itulah yang mendorong perubahan kadar ekstrem pada unit All-New Jazz yang dibeli 2014 lalu.

Sandy mengaku tak begitu tahu banyak soal modifikasi. Pasalnya, dia baru sekali ikut kontes adu kreativitas modifikasi seperti JTC. Kata Sandy, dia cuma mau punya mobil pemenang, soal harga tak masalah.

Febri Ardani Hasil modifikasi Honda All-New Jazz milik Sandy Sieto di Jazz Tuning Contest 2015.

Awalnya tak berjalan mulus, Sandy bilang sempat “tertipu” bengkel. Dana Rp 250 juta sudah mengalir buat mengubah All-New Jazz jadi punya nilai modifikasi, tapi ia mengeluh hasilnya tak maksimal padahal garapan sudah dikerjakan hitungan bulan.

“Saya sudah percaya ke orang, tapi kurang professional. Kalau percaya sama bengkel sama yang pernah menghasilkan juara saja biar lebih pasti,” kata Sandy, di pembukaan JTC 2015, Kamis (21/5/2015).

Febri Ardani Konversi bodi dengan banyak aplikasi serat karbon mengejar kata ekstrem.

Mengobati rasa kecewa, Sandy memutuskan ganti bengkel. Hasil ubahannya sekarang seperti penampakan di final JTC 2015. Semua sektor dimodifikasi, secara keseluruhan mobil Sandy bisa dikatakan paling ekstrem di antara dua belas peserta kelas Jazz lainnya.

Sandy menjelaskan aliran modifikasi yang diusung street racing. Konversi bodi dibuat custom dengan banyak aplikasi serat karbon, begitu banyak elemen aerodinamis sebagai pendukung performa. Model widebody mengacu pada rocket bunny, namun aplikasi baut di sekitar fender dihilangkan.

Bila dipandang dari depan, tampang asli generasi ketiga Jazz tak lagi eksis. Edo, penggawa rumah modifikasi Zoom yang bertanggung jawab atas ubahan ini mengatakan memodifikasi eksterior All-New Jazz harus berani, inti mengubah wajah ada pada bagian gril.

“Itu makanya tampangnya ada huruf ‘X’, itu diambil dari Lexus RC 350. Lampu depan Jazz agak unik jadi agak susah ubahnya, sekalian saja grilnya diganti,” jelas Edo.

Kondisi di balik kap mesin tak lagi normal, semua bagian diganti produk kompetisi hingga ke jeroan. Tambahan turbocharger didukung intercooler, piping gas buang, dan penggantian system injeksi bahan bakar. Kaki-kaki makin kekar sebab mobil ini punya pelek 19 inci plus rem cakram ukuran lebih besar di keempat roda.

Febri Ardani Kabin mengusung konsep
Febri Ardani Sarana hiburan menyesaki bagasi.

Sandy mengatakan total modifikasi ditakar menghabiskan dana mencapai Rp 400 juta, termasuk biaya “kesalahan” pilih bengkel dan perbaikan modifikasi di bagian interior serta sarana hiburan. “Dia datang ke saya cuma bilang terserah mau diapain tapi katanya mau dapat piala. Buat kami menang kalah itu biasa, tapi saya mau tahu kalau kalah itu salahnya di mana. Buat introspeksi ke depannya,” ucap Edo.

Febri Ardani Sandy Sieto, peserta Honda Jazz Tuning Contest 2015 asal Surabaya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X