Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/05/2015, 11:40 WIB
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif – Meningkatkan tingkat kesenyapan kabin jadi salah satu cara mendukung kualitas sistem audio mobil. Salah satu cara yang banyak digunakan bengkel audio yaitu memasang peredam di bodi mobil. Nah, apa saja yang harus diketahui konsumen bila ingin memaksimalkan performa audio menggunakan cara ini? Berikut uraiannya.  

Menurut CEO PT Audioworkshop Wahyu Tanuwidjaja, ada dua jenis bahan peredam, yaitu padat dan cair. Bahan padat lebih sering digunakan, terdiri dari tiga jenis, aspal, foam, dan butyl rubber. Disarankan bila untuk penggunaan harian, memakai bahan aspal karena tergolong murah dan mudah pemasangan.

Bahan aspal berbentuk lembaran, lebih efektif sebab cenderung tidak bergerak. Pemasangannya tinggal ditempel, sekali terpasang tidak butuh perawatan. Menurut Wahyu tak perlu memasang peredam di banyak bagian mobil, minimal dipasang di kedua pintu depan hasilnya sudah terasa mantap.

Speaker memproduksi udara yang bila sampai ke telinga diinterpretasikan menjadi suara. Suara dari speaker pintu cenderung “bocor” karena desain panel-panel berlubang membuat udara bergerak maju-mundur. Peredam memangkas hal itu, jadi udara akan langsung melaju ke kabin hingga sampai ke telinga.

Kata Wahyu, idealnya satu pintu dilapisi tiga lembar peredam agar ruang-ruang panel bisa tertutup rapat. “Apapun mobilnya, akan lebih baik bila ditambah peredam. Tapi memang masih tergantung mobilnya, karena ada juga yang speaker-nya bukan di pintu. Untuk satu pintu pemasangan butuh waktu empat jam,” ujar Wahyu belum lama ini.

Sebagai gambaran harga empat lembar peredam Rp 400.000, enam lembar Rp 500.000.

Berat

Meski begitu ada kekurangan bahan aspal yakni lebih berat dibanding jenis lain, satu lembar tebal 2mm bisa sampai 2 kg. Bila satu pintu ditambahkan 3 lembar maka bobot mobil bertambah 6 kg, bila dua pintu menjadi 12 kg.

Konsekuensi ini harus diterima untuk mendapatkan kualitas audio berkelas. Efek lain menggunakan peredam, selain suara dari kabin tidak keluar maka suara di luar juga susah penetrasi ke kabin.

Garansi

Wahyu mengatakan konsumen perlu tahu pemasangan peredam seharusnya tidak merusak garansi mobil sebab tidak ada modifikasi pada sistem kelistrikan atau apapun.

“Tapi ada kasus begini, bengkel itu pasangnya pakai martil karet yang biasanya untuk lantai. Panel pintu dipukul bengkok,” terang Wahyu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.