Gunung Batur Jadi Musuh Terberat All-New Mazda2

Kompas.com - 25/04/2015, 11:40 WIB
Mazda Motor Indonesia All-New Mazda2 diuji irit melintasi jalan di Gunung Batur, Kamis (23/4/2015).

Padang Bai, KompasOtomotif – Etape ketiga All-New Mazda2 E-Halt Challenge: One Tank for Three Islands mendapatkan ujian terberat di Bali. Cacatan tingkat irit yang didapat ketujuh unit di Pulau Jawa mendadak kacau sebab All-New Mazda2 dipaksa menanjak ke perbukitan di Gunung Batur di ketinggian 1.700 mdpl.

MMI memang sengaja memasukan tantangan ini dalam rute perjalanan, di sinilah kemampuan pengemudi jadi faktor utama memanfaatkan teknologi Skyactiv di mesin dan sasis. Perjalanan dimulai pagi hari dari Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur, seluruh rombongan menyebrang ke Bali menggunakan kapal feri, lalu perjalanan kembali dimulai di Pelabuhan Gilimanuk menuju Padang Bai.

Jarak antara Ketapang dan Padang Bai terpaut 210 km. Walaupun lebih pendek dari Etape 1 dan 2 di Jawa, rata-rata semua unit All-New Mazda2 tekor bensin sepanjang perjalanan.

Salah satu “musuh utama” dalam berkendara irit adalah pendakian, gravitasi menghalangi laju mobil ke depan sebab itu meski sulit pengemudi wajib cerdik memanfaatkan momentum, mobil seharusnya jangan “merayap” ke atas. Hal yang paling dihindari adalah kehilangan tenaga saat naik dan terpaksa menurunkan gigi transmisi.

Di All-New Mazda2 tipe R A/T yang KompasOtomotif kemudikan, putaran mesin dijaga tetap di bawah 2.000 rpm, kecepatan di atas 35 kpj, dan posisi gigi transmisi Skyactiv Drive 6-percepatan selalu di paling atas. Medan menanjak cukup parah, angka realtime konsumsi bahan bakar 2.0L/100km – 4.0L/100km sudah sulit dipegang.

Waktu menanjak cukup lama, namun akhirnya tiba di area turunan panjang. Tenaga mesin Skyactiv 1.5L  All-New Mazda2 sebesar 113 tk hanya dipakai agar bisa sampai di gigi keenam. Sisanya mobil dibiarkan melaju tanpa menyentuh pedal gas.

Sasis Skyactiv yang punya titik gravitasi rendah membantu All-New Mazda2 bermanuver dengan baik. Terbukti, saat meliuk-liuk di tikungan setengah memutar bodi tetap terjaga on track dan tergolong mudah dikendalikan. Kontrol traksi mengurangi gesekan ban yang tidak perlu, ini juga membantu menahan konsumsi bahan bakar.

Hasil

Waktu tempuh perjalanan sekitar tujuh jam, rata-rata kecepatan seluruh tim 37-44 kpj. Total perjalanan tiga Etape telah menempuh 833 km, angka ini sudah melewati prediksi MMI yang mengatakan jauh perjalanan 827 km. Ketujuh mobil masih punya sisa bahan bakar, Pulau Lombok yang akan menjadi pemberhentian terakhir All-New Mazda2 menghabiskan 44 liter bahan bakar dari Semarang.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


EditorAzwar Ferdian
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X