Kunci Berkendara Irit dengan Muatan Penuh

Kompas.com - 09/03/2015, 09:30 WIB
Mobil New Mitsubishi Mirage saat menjajal jalanan Jakarta di acara Drive and Ride bersama Kompasianer, Minggu (8/3/2015). Dalam acara ini sebanyak 24 kompasianer diberikan kesempatan untuk menjajal city car New Mitsubishi Mirage berkeliling Jakarta. Kompas.com / Roderick Adrian MozesMobil New Mitsubishi Mirage saat menjajal jalanan Jakarta di acara Drive and Ride bersama Kompasianer, Minggu (8/3/2015). Dalam acara ini sebanyak 24 kompasianer diberikan kesempatan untuk menjajal city car New Mitsubishi Mirage berkeliling Jakarta.
EditorDonny Apriliananda

Jakarta, KompasOtomotif – Dalam test drive New Mitsubishi Mirage oleh 24 blogger Kompasiana (Kompasianer), Minggu, (8/3/2015), bertajuk "Be Youthful, Be Sporty-Drive Mirage", didapati konsumsi bahan bakar teririt mencapai 15,8 kpl. Padahal, city car 1.200cc tersebut diisi penuh empat orang dengan kondisi jalanan stop and go khas akhir pekan di Jakarta.


Event hasil kerjasama antara KompasOtomotif dengan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) ini berhasil membuktikan bahwa New Mitsubishi Mirage sanggup mengakomodasi keinginan pengguna, termasuk soal konsumsi bahan bakar di tengah fluktuasi harga bensin.

Harris Maulana, salah satu Kompasianer yang ikut memenangkan timnya menjadi juara pertama adu irit membagi pengalaman mengemudi di tengah kondisi macet. Ditambah dengan muatan yang penuh, ada beberapa trik yang wajib diterapkan jika ingin berkendara tetap irit.

Kompas.com-Roderick Adrian Moses New Mitsubishi Mirage membuktikan sebagai city car dengan efisiensi BBM tinggi, meski dijajal dengan muatan penuh dan kondisi macet.

”Apalagi pakai transmisi otomatik, harus lebih sabar menekan pedal gas. Bukan pelan ya, tapi berusaha menjaga putaran mesin (rpm) antara 1.500-2.000. Beda dengan transmisi manual yang lebih gampang dapat torsi, kalau yang matik memang butuh kesabaran lebih,” terang Harris.

Pemenang ajang serupa yang diselenggarakan KompasOtomotif beberapa waktu lalu itu juga menyarankan, jika berhadapan dengan macet, terpenting adalah jaga jarak. Sebisa mungkin tidak sering stop and go.

Rahab Ganendra, salah satu Kompasianer yang ikut andil membuat timnya menjadi juara kedua, mengatakan bahwa untuk meraih hasil irit dengan kondisi macet cukup sulit. Apalagi, saat kebanyakan kondisi tersendat dialami saat melalui tanjakan.

”Di Jakarta kan banyak flyover. Pas di tanjakan dan macet itu sudah risiko. Tapi jika bisa, kita harus dapat momentum menggelinding. 15 kpl untuk Mirage sudah sangat baik dan seperti harapan saya sebelumnya,” beber Nendra.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.