Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/11/2014, 15:42 WIB
EditorAris F. Harvenda
Jakarta, KompasOtomotif — Mesin mobil dengan kompresi tinggi memang sudah sepatutnya menenggak bahan bakar dengan oktan yang sesuai. Untuk rasio kompresi di atas 9:1 diwajibkan meminum bensin sekelas Pertamax. Sementara untuk di atas 11:1 atau sudah menggunakan induksi tambahan baik turbo maupun supercharger maka diwajibkan mengisi Pertamax Plus karena mengandung RON 95.

Namun, pada kenyataannya harga bensin yang meninggi membuat para pengguna kendaraan mengisi bensin subsidi dengan risiko yang sudah dipaparkan KompasOtomotif sebelumnya, baik langsung maupun jangka panjang. Bagi yang memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya nilai oktan, maka hal ini akan menjadi pemikiran ekstra.

Alhasil, beberapa konsumen berpikir untuk menciptakan bensin RON 92 generik atau kerap disebut oplosan. Ada 2 model pengoplosan bensin. Pertama, menggunakan aditif baik berupa carian atau tablet. Komposisi biasanya sudah diatur pada kemasan. Namun, cara ini ternyata tidak disarankan.

"Aditif yang tidak bagus dengan harga terjangkau kerap tidak larut dan menimbulkan endapan atau serbuk sehingga sering membuat saringan bensin cepat kotor. Jika terus dipertahankan maka filter tidak bekerja maksimal dan siap merusak injektor," terang Teddy Jusman Chief Engineering SS Performance.

Tradisional
Ada cara lain yang digunakan konsumen untuk mendapatkan oktan setara Pertamax, yaitu dengan mengoplos Premium dengan Pertamax Plus. Komposisinya cukup diimbangkan atau 50:50 (10 liter Premium dicampur 10 liter Pertamax Plus). Komposisi tersebut akan menghasilkan oktan 91,5 atau nyaris sama dengan Pertamax. Cara sederhana ini ternyata tidak menimbulkan efek samping seperti menggunakan aditif cairan atau tablet.

General Manager Marketing PT Pertamina (Persero) Afandi, dalam suatu kesempatan, sempat menuturkan perihal pengoplosan bahan bakar. ”Ini fenomena di masyarakat dilihat dari perhitungan ekonomis. Beli Premium lalu dicampur Pertamax Plus, atau Premium dengan Pertamax. Sesungguhnya kami tidak menyarankan,” urai Afandi.

Dijelaskan, tujuan membeli bahan bakar oktan 92 dan 95 sebagai bahan oplosan adalah mendapatkan bensin tanpa timbal dengan aditif tertentu. Harapannya, optimalisasi proses pembakaran dan meminimalisasi menumpuknya kotoran di ruang bakar. Jika dicampur, meski tidak ada masalah, tetapi performa aditif dari BBM non-subsidi tidak akan maksimal. Timbal pada Premium lambat laun akan mengotori ruang bakar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.