Kompas.com - 03/02/2014, 08:18 WIB
Merokok di dalam mobil sedang jadi perdebatan parlemen Inggris. BBC.co.ukMerokok di dalam mobil sedang jadi perdebatan parlemen Inggris.
|
EditorAris F. Harvenda

London, KompasOtomotif – Para politikus yang tergabung dalam parlemen di Inggris, menyiapkan pengambilan suara (voting) menentukan boleh tidaknya merokok di dalam mobil, terutama jika ada anak-anak. Usulan ini diajukan Partai Buruh sebagai amandemen undang-undang perlindungan anak-anak dan keluarga.

Para pendukung undang-undang ini mengatakan berdasarakan riset, bahwa merokok di mobil jauh lebih berbahaya. Sebagian besar asap terperangkap dalam ruang-ruang kecil kabin. Aroma dan zat karsinogen yang menempel dianggap berbahaya, apalagi asap dihirup perokok pasif terutama anak-anak.

”Orang dewasa bebas menentukan pilihan mereka, tapi jangan menyertakan anak-anak. Itulah mengapa masyarakat punya kewajiban melindungi mereka dari bahaya yang seharusnya bisa dicegah,” kata salah satu politikus di parlemen yang mendukung rencana ini, dikutip Leftlanenews, (2/4/2014).

Hukuman
Tidak dijelaskan, hukuman apa yang akan diberikan untuk para pelanggar. Namun beberapa sumber mengatakan mereka yang masih merokok dalam mobil dan terdapat anak-anak, akan didenda 60 poundsterling (Rp 1,2 juta) untuk pelanggaran pertama kali.

Seperti diduga sebelumnya, rencana ini dikritisi keras banyak masyarakat Inggris, termasuk partai oposisi. Dikatakan, sudah banyak orang dewasa tahu, merokok di dalam mobil ketika ada anak-anak itu berbahaya. ”Orang sudah tahu itu, dan tidak butuh negara mengatur hidup mereka seperti ini. Jika ada yang masih berbuat seperti itu, hanya perlu diedukasi, bukan dihukum,” kata Simon Clark, Direktur FOREST, lembaga pendukung para perokok.

Para penentang juga khawatir aturan ini akan sulit ditegakkan, sehingga akan terbit larangan lebih berat, sama sekali tidak diperbolehkan merokok dalam mobil.

Larangan merokok di mobil ketika ada anak-anak ternyata sudah dilakukan di berbagai kawasan dan negara. Afrika Selatan, enam negara bagian Australia, Siprus, sembilan provinsi di Kanada, dan delapan negara bagian di AS, sudah lama melarang hal tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.