Yamaha GT125, "Jeroan" Xeon Tampang "Gado-Gado"

Kompas.com - 08/01/2014, 11:27 WIB
Yamaha GT125 Eagle Eye, andalan baru Yamaha untuk menggempur pasar skutik 125 cc. Yamaha IndonesiaYamaha GT125 Eagle Eye, andalan baru Yamaha untuk menggempur pasar skutik 125 cc.
|
EditorAris F. Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif – Lahirnya ”raja skutik” GT125 Eagle Eye membuat PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) sangat percaya diri mampu lebih banyak berbicara di segmen skutik menengah-atas 125cc. Setelah kurang greget dengan Xeon, kini muncul pesaing sesunggunya Honda Vario Techno 125. Banyak bekal ditanamkan, termasuk menampung banyak masukan konsumen.

Donny Apriliananda Bagasi kini luas, bisa menampung helm half face.

GM Promosi dan Pengembangan Komunitas YIMM, Eko Prabowo, mengatakan bahwa hampir semua yang ada di sekujur tubuh GT125 adalah masukan dari konsumen. Mulai dari tampilan lampu depan mata elang yang diturunkan dari Soul GT, lampu belakang dari Xeon dan Jupiter, hingga ruang penyimpanan yang kini bisa masuk helm half face.

”Banyak masukan ke kami tentang model 125cc. Penampilannya harus lebih atraktif. Paling banyak masukan adalah kompartemen barang yang sanggup membawa helm. Tapi meski begitu, kami tetap mempertahankan DNA sport dengan berusaha membuatnya tak terlalu gemuk. Helm half face sudah cukup,” beber Eko.

Donny Apriliananda Bagian belakang, perpaduan Xeon dan Jupiter.

Khusus untuk lampu utama, YIMM membeberkan bahwa proses tak mudah. Setelah lulus uji desain, pembuatan cukup rumit, memerlukan banyak tahapan. Mulai memilih plastik berkualitas tahan panas, memberi lapisan dasar, proses evaporasi aluminium, hingga melakukan pelapisan warna biru untuk cahaya yang jernih dan terang.

"Jeroan" Xeon
Desain secara keseluruhan kini lebih ”berani”, seperti penerapan sirip hiu di bawah lampu utama. Tak cukup, batok kepala depan tidak dibiarkan menutup, tapi diberi kisi-kisi udara menegaskan kesan sport. Meski sudah ganti wajah habis-habisan, jeroan masih sama, milik Xeon dan Xeon RC.

Soal ini Wakil Presiden Direktur Eksekutif YIMM buka-bukaan, strategi yang dilakukan Yamaha adalah menjual tampang atraktif. ”Basic-nya Xeon, karena sudah terkenal dengan kecepatannya. Tapi yang dijual adalah sisi desainnya. Desain ini kolaborasi dari R&D Yamaha Indonesia dan Jepang,” tegasnya.

Mesin yang digendong adalah 125cc SOHC berpendingin cairan, mampu mengeluarkan tenaga hingga 11,4 PS @9.000 rpm dan torsi 10,4 Nm @6.500 rpm. Sistem pembakaran injeksi teknologi YMJET-FI. Perbandingan kompresinya 10,9:1, membuatnya sangat bertenaga dan irit bahan bakar.

Semakin membuat percaya diri adalah bobot, diklaim lebih ringan 14 kg dibanding Honda Vario Techno 125. Dengan begitu, pengendalian dikatakan lincah dan mudah untuk menggunakan standar tengah (tidak berat ketika diangkat ke atas) saat parkir, karena menyandang bobot ideal untuk skutik menengah.

20.000 Unit
Optimisme itu terpancar dari target penjualan. YIMM mematok model ini terjual 20.000 unit per bulan. Jika mengaca pada penjualan Xeon yang tak tembus 10.000 unit, target itu sebenarnya cukup berat. Namun Dyonisius yakin akan penerimaan pasar. ”Sudah ada inden di beberapa daerah. Itulah yang membuat kami yakin,” tegasnya.

Harga Rp 15,9 Juta on the road Jakarta dirasa sangat realistis. Apalagi, disediakan promo menarik, 1.000 pembeli pertama bisa membawa pulang GT125 Eagle Eye dengan hanya bayar uang muka Rp 1 juta. Itu pun masih ditambah tas punggung ekslusif dari Fila.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X