Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pasang Casan Mobil Listrik di Rumah, Jangan Sampai Korsleting

JAKARTA, KOMPAS.com - Memiliki fasilitas pengisian daya alias casan mobil listrik secara mandiri di rumah, merupakan langkah penting untuk memastikan kendaraan bisa selalu siap pakai. Jangan sampai mobil mogok karena kehabisan daya di jalan.

Guna memudahkan para pemilik kendaraan listrik, saat ini pihak PT PLN menghadirkan program gratis pemasangan home charging untuk setiap pembelian mobil listrik berbasis baterai (KBLBB) alias battery electric vehicle (BEV) di Indonesia.

Program tersebut dapat diikuti oleh semua golongan tarif pelanggan PLN, dari tegangan rendah (TR) 1 Fasa sampai dengan daya 7.700 VA, dan Pelanggan TR 3 Fasa sampai dengan daya 13.200 VA.

Meskipun tidak dipungut biaya, CEO Volton Abdul Rahman Elly mengimbau supaya pemilik tetap memperhatikan proses pemasangannya. Jangan sampai ada yang luput sehingga bisa berakibat fatal seperti kebakaran.

"Salah satu hal paling penting ialah mengenai grounding. Sebab kalau diabaikan, ketika turun hujan dan petir, bisa berdampak fatal. Charging-nya bisa korsleting sampai terjadi ledakan," katanya kepada Kompas.com, Selasa (10/10/2023).

Diketahui, grounding listrik adalah sistem pengaman arus listrik ke tanah ketika terjadi kebocoran arus yang diakibatkan oleh korsleting dan juga sambaran petir. Sehingga tidak sampai menimbulkan bahaya bagi penghuni rumah dan bangunan lainnya.

Sebab saat terjadi hujan deras dan petir menyambar, ada peluang arus listrik tegangan tinggi mengalir ke bangunan rumah. Tegangan listrik yang tinggi dapat menimbulkan kebocoran sehingga terjadi korsleting listrik sampai dengan kebakaran.

Bila menggunakan grounding listrik maka tegangan listrik tersebut dapat langsung dialirkan ke dalam tanah. Manfaat lainnya, mengurangi biaya perbaikan peralatan ketika terjadi kerusakan akibat korsleting.

Selain itu, Elly juga mengimbau agar pemilik paham mengenai kebutuhan tegangan atau daya pada baterai mobil listrik yang dimilikinya. Langkah ini untuk memastikan pengisian daya selalu optimal, tidak menggangu kebutuhan listrik lainnya.

"Setiap mobil listrik itu punya kebutuhan daya yang berbeda tergantung kapasitas baterai yang digunakan. Jadi pelajari dulu," ujar dia.

Adapun daya listrik yang disarankan PLN untuk melakukan pengisian daya mobil listrik di rumah ialah sebesar 7.700 Volt Ampere (VA). Daya tersebut sangat aman karena sesuai dengan kebutuhan mobil listrik yang sudah dipasakan di Indonesia.

Sebagai contoh, Wuling Air ev varian terendah, dengan kapasitas baterai 14,3 kWh, daya listrik rumahan yang dibutuhkan ialah 2.0 kW atau sekitar 2.200 Watt.

Daya sedikit lebih besar dibutuhkan untuk melakukan pengisian pada MG 4EV, yakni sekitar 3.000 watt. Mengingat, mobil memiliki kapasitas baterai sampai 51 kWh.

Sementara Hyundai Ioniq 5 varian tertinggi, dengan kapasitas baterai 72,6 kWh, butuh daya listrik 72.600 watt.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/10/11/112200815/pasang-casan-mobil-listrik-di-rumah-jangan-sampai-korsleting

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke