Salin Artikel

Mobil Transmisi Matik Terparkir Lama, Perlu Aktifkan Rem Tangan?

JAKARTA, KOMPAS.com - Perawatan kendaraan roda empat tidak hanya perlu dilakukan karena mobil sering digunakan saja.

Tetapi, perawatan mobil juga harus dilakukan ketika kendaraan jarang dipakai seperti saat ditinggal mudik atau libur akhir tahun.

Saat libur di penghujung tahun, tidak sedikit pemilik mobil yang meninggalkan mobilnya di garasi karena memilih menggunakan kendaraan yang lain untuk melakukan perjalanan.

Saat memarkirkan kendaraan tidak sedikit yang mengaktifkan hand brake atau rem tangan agar mobil tidak bergerak saat ditinggalkan.

Padahal, cara tersebut tidak disarankan karena bisa menimbulkan efek buruk pada sejumlah komponen kendaraan terutama pada kampasnya.

Apalagi untuk kendaraan bertransmisi matik yang membutuhkan perlakuan berbeda dibandingkan mobil manual.

Pemilik bengkel spesialis matik Worner Matic Hermas Efendi Prabowo mengatakan, perlakuan untuk mobil matik saat terparkir lama yang perlu diperhatikan adalah posisi tuas transmisinya.

Usahakan, tuas persneling mobil matik dalam posisi di P (parking) dan bukan berada pada posisi N (netral).

“Saat mobil terparkir lama sebaiknya atur posisi transmisi di P, karena kalau di P output shaft yang terhubung dengan as kopel akan terkunci. Sehingga, mobil lebih aman dan tidak bergerak,” ujar Hermas kepada Kompas.com, Jumat (18/12/2020).

Hermas menambahkan, memposisikan tuas transmisi pada posisi di P tidak hanya diperlukan ketika mobil terparkir lama, tetapi juga saat parkir sebentar.

“Saat parkir, baik lama maupun sebentar, baiknya tuas transmisi ada di P. Sedangkan tuas transmisi di posisi N bukan untuk tujuan parkir, tetapi saat berhenti dengan kondisi mesin masih hidup,” tuturnya.

Selain menempatkan posisi transmisi di P, Hermas juga mengatakan, sebaiknya pemilik mobil tidak mengaktifkan hand brake atau rem tangan.

Menurutnya, jika mobil terparkir lama dan rem tangan diaktifkan bisa memberikan dampak buruk terhadap komponen lainnya, terutama pada bagian sistem pengereman.

“Sebaiknya tidak mengaktifkan rem tangan, tetapi diganti dengan mengganjal bannya agar tidak bergerak dan lebih aman,” ucapnya.

Hermas melanjutkan, jika rem tangan diaktifkan dalam waktu yang lama akan menyebabkan rem terkunci, terlebih dalam kondisi cuaca lembab.

“Ada juga kasus kampas remnya bisa terlepas karena penggunaan rem tangan, dan lagi jauhkan kendaraan dari jangkauan tikus,” kata Hermas.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/12/18/142200615/mobil-transmisi-matik-terparkir-lama-perlu-aktifkan-rem-tangan-

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.