Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Apa Benar Ban Mobil yang Sudah Tua Rawan Meledak?

JAKARTA, KOMPAS.com – Ban mobil merupakan komponen yang penting pada kendaraan. Selain itu, ban juga harus dirawat walaupun mobil jarang digunakan. Sering terjadi, ban yang sudah lama usianya, tetap digunakan karena alurnya yang masih dalam.

Lalu apakah ban yang usianya sudah tua seperti di atas lima tahun rawan untuk meledak?

Bambang Widjanarko, Tire and Rim Consultant dan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, mengatakan, ban yang sudah tua bisa dilihat dari fisiknya yang memiliki guratan-guratan.

“Terlihat adanya guratan-guratan di telapak ban, berarti karetnya sudah lapuk. Kalau digunakan di dalam kota sih aman, namun kalau di buat jalan tol, rawan meledak,” ucap Bambang kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Kalau di perkotaan kan kondisinya tidak berkecepatan, cenderung sering berhenti. Namun kalau digunakan di jalan tol, kondisi karet yang sudah getas, khawatir bisa membuat ban meledak.

On Vehicle Test Manager PT Gajah Tunggal Tbk., Zulpata Zainal mengatakan, sebenarnya aman-aman saja menggunakan ban yang sudah berumur, namun ada syarat yang harus diperhatikan.

“Pertama kedalaman kembang ban masih tinggi, enggak ada kerusakan apa-apa. Perawatannya juga harus dijaga, kalau mau efisien dan selamat dalam pemakaian ban,” kata Zulpata kepada Kompas.com.

Kebiasaan yang perlu dibuat oleh pemilik ban yaitu teratur mengecek tekanan udara ban. Kemudian cek juga kerusakan yang ada di ban, misalnya sobek, tertusuk benda tajam, kalau bocor, segera tambal dengan tambalan yang benar.

“Perawatan seperti teratur memberi silikon khusus untuk ban juga bisa dilakukan. Hindari parkir dalam waktu yang lama di tempat yang lembab maupun panas terik,” kata dia.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/08/24/090200715/apa-benar-ban-mobil-yang-sudah-tua-rawan-meledak-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke