Mari Membersihkan Filter Udara Motor
Jenis filter udara motor, kertas basah (kiri atas), kertas kering (kiri bawah) dan busa (kanan bawah)
Selasa, 28/10/2008 | 12:04 WIB

Jangan sepelekan saringan udara pada sepeda motor. Lalai dari perawatan bisa mengganggu performa. Padahal, untuk membersihkannya tak harus dibawa ke bengkel, dapat dikerjakan sendiri. Hanya, mungkin banyak yang belum diketahui pemilik motor kalau bahan filter udara itu sudah masuk generasi ketiga.

Pertama, menggunakan bahan busa, kemudian bergeser dengnan kertas kering dan terakhir (terbaru), kertas basah. Ketiga mempunyai perlakukan berbeda ketika membersihkannya.

Nih, petunjuk membersihkannya.

Filter udara dari busa
Meski sudah lama, tak sedikit pabrikan mengaplikasi model ini lantaran mudah perawatannya. Untuk membersihkannya cukup pakai bensin dengan cara direndam atau disiran, setelah itu diperas. Dilakukan dua sampai tiga kali dan memerasnya busa jangan dipelintir. Selain busa cepat rusak, bentuknya berubah dan melar. Untuk mengeringkannya, cukup diremas dengan halus.

Setelah dibersihkan, lumuri pakai oli. “Bisa pakai oli mesin SAE 10-40W atau oli samping. Cukup tipis dilapisi pada permukaan busa,” jelas Songa, mekanik yang membuat motor balap dan juga terima servis motor.

Kertas kering
Disebut dry element. Bahannya tebal, tidak cepat rusak saat menyedot udara, meski udaranya terkadang bercampur cairan, semisal air. “Proses membersihkan filter ini justru lebih gampang ketimbang berbahan busa,” ungkap Endro Sutarno, Instruktur Technical Service Division, PT Astra Honda Motor (AHM).

Untuk menghilangkan kotoran, cukup disemprot pakai angin kompresor, tanpa harus direndam bensin, apalagi dengan oli. Harganya, jelas lebih mahal dari model busa.

Kertas basah
Model terbaru disebut wet element. Bahannya hampir mirip dengan kertas kering. Bedanya, kertas basah ini memiliki pelumas khusus berfungsi menyetop kotoran tidak masuk ke ruang bakar. Bukan berarti, pelumasnya bisa ditambah.

Saringan tipe ini, juga minim perawatan. “Disebut viscous element seperti yang dipakai Honda Vario,” jelas Endro.

Selain pada Vario, filter ini dipakai pada Yamaha Soul dan New Mio. Dari selebaran anjuran yang diterbitkan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), filter ini punya banyak pantangan. Di antaranya tidak boleh dicucui atau dibersihkan pakai kuas atau sikat. Dan tak boleh dibersihkan pakai pompa angin kertekanan. “Takutnya, semprotan itu menghilangkan pelumas di kertas,” papar Endro.

Cara membersihkannya, cukup dilap tipis. Dengan kata lain, sebenarnya nggak perlu dibersihkan hingga waktu gantinya yang maksimal bisa menempuh 15.000 km.

YMKI menekankan buat pemilik Yamaha Soul dan New Mio agar boks filter udara jangan dibuka sama sekali. Kecuali untuk penggantian saringan udara. Dan yang motornya sering melintasi jalanan berdebu, tentu bakal sering ganti filter.

Solusi
Ada cara mudah dan praktis! Gimana kalau filter itu disubsitusi pakai filter model busa. Jadi, kalau kotor tinggal dicuci. Jadi mesti 16 ribu kilometer dan keluar uang lagi. Tinggal beli filter tipe busa.

Cari ukuran busa yang sedikit lebih besar ketimbang filter sebelumnya. Jadi kalau kurang, nggak repot dan tinggal potong. Sebagai ilustrasi, untuk Yamaha New Mio bisa pakai filter Mio lama. “Selain lebih murah juga bisa tetap dibersihkan. Sehingga bisa dipakai berulang kali,” anjur Rusnanto mekanik bengkel resmi Yamaha JG Motor di Jl. Kongsijaya, No. 208, Jatibarang, Indramayu. (Eka, Aong)


SBT
Share on Facebook
A A A
komentar anda
jooonn @ Sabtu, 1 November 2008 | 23:25 WIB
tapi kenepa banyak yank suka nyopot filter udara ya??
cahyana @ Sabtu, 1 November 2008 | 23:08 WIB
bener banget tuhhh.... bersihi filter udara biar nda uhuk...uhukkk
Hading @ Kamis, 30 Oktober 2008 | 02:14 WIB
Trimakasih untk tipsnya .Kita bisa lebih irit dan siple merawat kendaraan
izzah @ Selasa, 28 Oktober 2008 | 13:12 WIB
terima kasih atas pengetahuannya
4 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort